DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH KEPARAHAN MALOKLUSI TERHADAP PERSEPSI ESTETIKA ORAL (Tinjauan pada Siswa SMA/Sederajat di Kawasan Non-Perkotaan Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | ALYA NURRASYIFA MAHARANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-20 |
ABSTRAK
PENGARUH KEPARAHAN MALOKLUSI TERHADAP PERSEPSI ESTETIKA ORAL (Tinjauan pada Siswa SMA/Sederajat di Kawasan Non-Perkotaan Banjarmasin)
Alya Nurrasyifa Maharani, Irnamanda D.H, Aulia Azizah
Latar Belakang: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi fungsi rongga mulut, tetapi juga berdampak pada estetika wajah dan aspek psikososial remaja. Penilaian keparahan maloklusi dapat dilakukan dengan Index of Complexity, Outcome, and Need (ICON), sedangkan persepsi estetika oral dapat diukur melalui kuesioner persepsi diri.Tujuan: Mengetahui pengaruh keparahan maloklusi terhadap persepsi estetika oral pada siswa SMA/sederajat di kawasan non-perkotaan Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 175 siswa SMA/sederajat yang dipilih secara simple random sampling. Data keparahan maloklusi diperoleh dari hasil pencetakan rahang yang diukur dengan indeks ICON, sedangkan data persepsi estetika oral dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman sederhana dengan program SPSS Statistics.Hasil: Mayoritas siswa memiliki tingkat keparahan maloklusi kategori ringan (31,4%) dan sangat ringan (28,6%), sedangkan kategori parah dan sangat parah ditemukan pada (11,4%) dan (13,7%) siswa. Sebagian besar responden memiliki persepsi estetika oral positif (57,1%). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,571 yang berarti variabel keparahan maloklusi berpengaruh terhadap persepsi estetika oral sebesar 57,1% dengan kekuatan pengaruh sedang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Arah pengaruh positif artinya semakin tinggi tingkat keparahan maloklusi, semakin negatif persepsi estetika oral siswa.Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara keparahan maloklusi dengan persepsi estetika oral pada siswa SMA/sederajat di kawasan non-perkotaan Banjarmasin. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap maloklusi tidak hanya dari aspek fungsional, tetapi juga aspek estetika dan psikososial remaja.
Kata kunci: ICON, maloklusi, persepsi estetika oral.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI