DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA BANJARMASIN MELALUI PROGRAM SEBAYA DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS | |
| PENGARANG | : | WAHYU ILHAM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-26 |
Wahyu Ilham, 2210411210008. Kinerja Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Melalui Program Sebaya Dalam Penanggulangan HIV/AIDS. Di bawah bimbingan Ibu Widyakanti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melalui pelaksanaan Program Sebaya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, serta mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Banjarmasin dan belum optimalnya pencapaian target global 95-95-95, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kinerja organisasi publik dalam mengimplementasikan program berbasis komunitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pengelola program HIV Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, pendukung sebaya, serta pihak-pihak terkait lainnya. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis kinerja organisasi dalam penelitian ini mengacu pada teori kinerja organisasi publik Mahmud dan Tesniwati (2023) yang mencakup dimensi efektivitas, efisiensi, relevansi, dan akuntabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melalui Program Sebaya tergolong sedang, terutama pada aspek efektivitas dan relevansi dalam menjangkau kelompok berisiko serta Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Namun demikian, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal pada aspek efisiensi dan akuntabilitas, yang tercermin dari keterbatasan sumber daya, belum meratanya pendampingan sebaya, serta rendahnya capaian supresi viral load. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, tingginya stigma sosial terhadap ODHA, rendahnya kepatuhan pengobatan, serta belum maksimalnya koordinasi lintas sektor.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Program Sebaya memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung penanggulangan HIV/AIDS di Kota Banjarmasin, namun masih memerlukan penguatan pada aspek manajerial dan dukungan kelembagaan agar kinerjanya lebih optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas pendukung sebaya, penguatan komitmen anggaran, optimalisasi koordinasi lintas sektor, serta strategi pengurangan stigma yang lebih sistematis guna mempercepat pencapaian target pengendalian HIV/AIDS di Kota Banjarmasin.
Kata kunci: Kinerja Organisasi Publik, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Program Sebaya, HIV/AIDS
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI