DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PRODUKSI BATU BARA DENGAN BATASAN SISTEM CRADLE TO GATE: STUDI KASUS PT KIDECO JAYA AGUNG | |
| PENGARANG | : | ERVINA AMARIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-03 |
PT Kideco Jaya Agung adalah produsen batu bara dengan metode penambangan terbuka yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) digunakan untuk menganalisis potensi dampak lingkungan dari produksi batu bara. Penelitian ini mengacu pada SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017, menggunakan Microsoft Excel dengan metode karakterisasi ReCiPe 2016 Midpoint (H) dan Cumulative Energy Demand (CED). Hasil dampak lingkungan yang dianalisis meliputi global warming (29,14 kg CO2 eq), stratospheric ozone depletion (1.63E-05 kg CFC-11 eq), terrestrial acidification (3.86E-02 kg SO2 eq), freshwater eutrophication (0 kg P), marine eutrophication (0 kg N eq), penggunaan energi non-renewable (0,266 GJ), energi renewable (0,1264 GJ), ozone formation (human health) (8.57E-03 kg NOX eq), ozone formation (terrestrial ecosystem) (8.57E-03 kg NOX eq), land use (0,0276 m2a crop eq), fossil resource scarcity (420 kg oil eq), dan water consumption (99,45 m3). Analisis hotspot menunjukkan bahwa dampak lingkungan yang paling siginifikan adalah global warming dengan unit proses OB removal memberikan kontribusi terbesar (hotspot). Oleh karena itu, upaya perbaikan yang direkomendasikan adalah penerapan elektrifikasi vehicle operasional sebagai strategi mitigasi dampak lingkungan pada produksi batu bara.
Kata Kunci: Life Cycle Assessment (LCA), Tambang batu bara, Kategori dampak ReCiPe 2016 Midpoint (H), Kategori dampak Cumulative Energy Demand (CED).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI