DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS PROGRAM AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) DALAM MENGAWASI LALU LINTAS DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:ALDANI AZAHAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-03-04


Aldani Azahar, 2210411210007. Efektivitas Program Area Traffic Control System (ATCS) Dalam Pengawasan Lalu Lintas di Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Ibu Anjani

ATCS atau Area Traffic Control System pada dasarnya adalah sistem berbasis teknologi yang dipakai untuk mengawasi kondisi lalu lintas secara langsung dari satu pusat kendali. Sistem ini memungkinkan petugas melihat situasi jalan sekaligus mengatur nyala lampu lalu lintas secara terpusat. Penerapan ATCS umumnya diarahkan ke simpang-simpang yang tingkat kepadatannya tinggi atau pergerakan kendaraannya tidak stabil, terutama di lokasi yang sebelumnya sudah menggunakan lampu lalu lintas biasa agar proses integrasi berjalan lancar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana ATCS di Kota Banjarmasin benar-benar berfungsi secara efektif dalam mengawasi lalu lintas, sekaligus mengidentifikasi faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya di lapangan.

Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan tujuan menggambarkan kondisi yang terjadi apa adanya. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta penelusuran dokumen pendukung. Selanjutnya, data yang diperoleh diolah melalui beberapa tahap, mulai dari menghimpun informasi, menyusun dan menampilkan data, merangkum temuan utama, hingga menarik kesimpulan akhir dari keseluruhan proses penelitian.

Dalam menganalisis efektivitas pelaksanaan ATCS, penelitian ini mengacu pada empat indikator efektivitas yang dikemukakan oleh Budiani (2007). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan ATCS di Kota Banjarmasin belum efektif, karena dari empat indikator yang dianalisis hanya ketepatan sasaran yang telah terpenuhi dengan baik dan pemantauan yang berjalan meskipun belum optimal. Ketepatan sasaran terlihat dari pemasangan ATCS di 20 persimpangan strategis yang memang membutuhkan pengawasan ketat, sementara pemantauan dilakukan setiap hari namun masih terkendala perangkat yang tidak selalu berfungsi dan keterbatasan jumlah operator. Di sisi lain, indikator sosialisasi dan ketercapaian tujuan program belum maksimal, karena masih banyak pengguna jalan yang belum memahami fungsi ATCS serta pelanggaran lalu lintas seperti menerobos lampu merah, melanggar marka jalan, dan tidak menggunakan helm masih sering terjadi walaupun area tersebut telah diawasi sistem.

Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan alokasi anggaran untuk perbaikan serta pengembangan fasilitas ATCS. Selain itu, jumlah dan kapasitas sumber daya manusia perlu ditambah dan ditingkatkan, diiringi dengan perawatan perangkat yang dilakukan secara rutin. Upaya sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar fungsi dan manfaat ATCS lebih dipahami, sehingga pada akhirnya dapat mendorong terciptanya perilaku berlalu lintas yang lebih tertib dan sadar aturan.

 

Kata Kunci : Efektivitas, ATCS, Pengawasan Lalu Lintas

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI