DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Proses Pembinaan Anak Terlantar di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | SALSABELLA KUSWIDYAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-05 |
ABSTRAK
Salsabella Kuswidyawati. 2026. Proses Pembinaan Anak Terlantar di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.
Kata Kunci: Anak Terlantar, Pembinaan Anak, Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial.
Anak terlantar merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Keberadaan anak-anak ini sering kali tidak mendapatkan hak-haknya secara layak, baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan: 1) hambatan-hambatan dalam proses pembinaan anak terlantar yang ada di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru, 2) strategi yang digunakan oleh pekerja sosial dalam menangani kasus pembinaan anak terlantar yang berada di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Sumber data dipilih melalui teknik purposive sampling dan informasi pada penelitian ini berjumlah 3 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hambatan-hambatan dalam proses pembinaan anak terlantar di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru yaitu a) kekurangan tenaga pekerja sosial, b) kebutuhan tempat, c) latar belakang keluarga yang berbeda-beda, d) gender, e) usia. 2) strategi yang digunakan oleh pekerja sosial dalam menangani kasus pembinaan anak terlantar yang berada di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria Banjarbaru yaitu a) sosialisasi pihak panti ke Kabupaten/ Kota, b) asesmen kepada calon anak panti, c) pembinaan kepada anak panti.
Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: agar pemerintah lebih memperhatikan penguatan sumber daya di panti, termasuk peningkatan kualitas dan jumlah pekerja sosial, penyediaan fasilitas yang memadai, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan kerja sama lintas sektor agar proses rehabilitasi sosial terhadap anak terlantar dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI