DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP IKAN NILA SERTA DAGING AYAM RAS SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI DI KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | IMAM BAYU PRIYATNO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-10 |
Imam Bayu Priyatno. Analisis Tingkat Konsumsi dan Preferensi Konsumen terhadap Ikan Nila dan Daging Ayam Ras sebagai Sumber Protein Hewani di Kota Banjarbaru. Di bawah bimbingan Muhammad Fauzi dan Luthfi Fatah.
Kebutuhan protein hewani sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ikan nila dan daging ayam ras merupakan dua komoditas unggulan yang mengalami dinamika substitusi di Kota Banjarbaru, ditandai dengan peningkatan konsumsi ikan nila dan konsumsi ayam ras yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik konsumen, (2) menganalisis tingkat konsumsi (frekuensi konsumsi, jumlah pembelian, dan pengeluaran rata-rata/bulan untuk kedua komoditas), dan (3) menganalisis faktor dominan yang membentuk preferensi konsumen terhadap ikan nila dan daging ayam ras di Kota Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 200 responden yang dipilih melalui teknik non-probability sampling (kombinasi purposive dan accidental sampling) di tiga pasar utama Kota Banjarbaru. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk karakteristik dan tingkat konsumsi, serta Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk menganalisis preferensi.
Hasil penelitian menunjukkan profil responden sebagai konsumen didominasi oleh perempuan 78,5%, usia produktif 26-55 tahun 87,5%, berpendidikan tinggi Diploma ke atas 52%, dan anggota keluarga 3-5 orang 73%. Analisis tingkat konsumsi daging ayam ras mempunyai peran sebagai protein utama yang dikonsumsi ≥ 6 kali/bulan oleh 63,5% konsumen, dengan volume pembelian lebih dari 1,5 kg sebanyak 57% dan pengeluaran rata-rata >Rp 250.000/bulan sebanyak 70%. Lain halnya ikan nila yang berperan sebagai protein sekunder strategis yang dikonsumsi 3-5 kali/bulan oleh 44,5% konsumen, dengan volume pembelian untuk konsumsi 0,5-1 kg sebanyak 60,5% dan pengeluaran rata-rata Rp 100.000-Rp 250.000 sebanyak 69,0%.
Analisis faktor preferensi konsumen terhadap Ikan Nila menghasilkan tiga faktor dominan yang secara kumulatif mampu menjelaskan 78,389% dari total keragaman data, yaitu: (1) mutu dan nilai, (2) kemudahan pembelian, dan (3) stabilitas pasar. Sebaliknya, preferensi konsumen terhadap Daging Ayam Ras menghasilkan struktur yang lebih sederhana dengan dua faktor dominan, menjelaskan 79,627% dari total keragaman data: (1) mutu gizi, dan (2) akses praktis. Perbedaan mendasar terletak pada peran variabel harga, di mana Daging Ayam Ras telah dianggap sebagai protein utama dengan resiko harga terintegrasi sebagai biaya kualitas yang elastis. Sementara itu, preferensi Ikan Nila bersifat selektif biaya, di mana variabel harga membentuk faktor tersendiri yang berfungsi sebagai filter resiko finansial utama, menjadikannya protein sekunder strategis untuk manajemen dan stabilisasi anggaran rumah tangga.
Kata Kunci: Preferensi Konsumen, Tingkat Konsumsi, Ikan Nila, Daging Ayam Ras, Protein Hewani, Analisis Faktor
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI