DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Banjarmasin Tengah
PENGARANG:VINA ARTALESA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-03-15


Vina Artalesa, 2210411120025 (2026). "Implementasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Banjarmasin Tengah" Di bawah bimbingan Erma Ariyani.

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan upaya pemberdayaan kelompok masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong untuk kegiatan budidaya tanaman pangan guna memperkuat kemandirian serta ketahanan pangan rumah tangga. Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga. Namun, pelaksanaannya di wilayah perkotaan menghadapi tantangan keterbatasan lahan pekarangan, sebagaimana kondisi di Kota Banjarmasin khsusunya Kecamatan Banjarmasin Tengah yang luas wilayahnya relatif sempit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi program P2L di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan faktor-faktor hambatan dalam pelaksanaannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi pada demplot dan pertanaman pekarangan anggota kelompok, wawancara dengan kepala bidang pertanian, penyuluh pertanian, ketua dan anggota kelompok P2L, serta masyarakat yang merasakan dampak, dan dokumentasi berupa juknis P2L, data kelompok, serta foto lapangan. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berdasarkan enam indikator menurut Van Meter dan Van Horn pada Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Banjarmasin Tengah secara umum telah berjalan cukup baik. Namun, indikator sikap pelaksana masih kurang optimal, terutama dalam menjaga keberlanjutan program. Meskipun dilaksanakan di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan, program tetap dapat berjalan melalui budidaya tanaman menggunakan polybag, pot, dan wadah daur ulang sehingga mampu membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi menurunnya partisipasi dan jumlah anggota kelompok, disertai serangan hama dan penyakit tanaman serta kondisi banjir. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pembinaan dan pendampingan kelompok, pelatihan budidaya yang lebih adaptif, serta inovasi pengolahan hasil panen untuk meningkatkan potensi pendapatan rumah tangga.

Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Program P2L, Ketahanan Pangan 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI