DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KOLABORASI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN DENGAN BARISAN PEMADAM KEBAKARAN (BPK) DALAM PENANGANAN BENCANA KEBAKARAN DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MEISYA KAMILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-16 |
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kota Banjarmasin telah melakukan beberapa upaya dalam hal penanganan bencana kebakaran di kota Banjarmasin. Sejauh ini, kedua instansi tersebut telah melakukan serangkaian kerja sama dalam menangani bencana kebakaran diberbagai wilayah. Namun, dalam penerapannya, kerja sama ini masih menghadapi beberapa kendala dan hambatan yang mempengaruhi proses kerja sama dalam menangani bencana kebakaran di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif sebagai pendekatan utama dalam pengkajian masalah. dengan jenis deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Cara pengumpulan informasi dan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung, serta pengumpulan dokumen. Selanjutnya, proses analisis data dimulai dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan serta verifikasi data. Kajian ini dilakukan dengan bekerja sama pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama BPK di Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolaborasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan BPK di Kota Banjarmasin selama ini berjalan dengan cukup baik dengan selalu berkerja sama. Berbagai cara penanganan telah dilakukan oleh kedua sektor ini, namun tetap diperlukan perbaikan pada aspek teknis pelaksanaannya. Salah satu yang harus diperbaiki adalah pola sumber daya seperti anggaran yang terbilang kurang, sarana dan prasarana yang ada masih kurang dari BPK, serta pelatihan yang dilakukan masih kurang dilaksanakan. Faktor penghambat yaitu (1) kurangnya anggaran, (2) hambatan teknis dilapangan, (3) perbedaan pengalaman antara Damkar dan BPK, (4) belum optimalnya pengaturan wilayah dan pembagian peran.
Saran perlu adanya penguatan koordinasi yang tertulis antara Damkar dan BPK, pelatihan bersama, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) bersama agar pembagian di lapangan lebih jelas dan terarah. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan dukungan kebijakan berupa anggaran kepada BPK sebagai relawan masyarakat, mengingat peran penting BPK dalam menjangkau wilayah permukiman di Kota Banjarmasin.
Kata Kunci: Kolaborasi, Penanganan, Bencana Kebakaran
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI