DIGITAL LIBRARY



JUDUL:DIALEKTIKA NILAI-NILAI SPIRITUAL DAN ETIKA BISNIS DALAM MEMBANGUN RESILIENSI USAHA MIKRO DI LIFEWORLD PELAKU USAHA Studi Kasus : Usaha Mikro Kerupuk Goreng Pasir, Banjarbaru Selatan
PENGARANG:SINGGIH FUAD KHASAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-06


ABSTRAK

 

Singgih Fuad Khasan, 2420318310012 di 2026. Dialektika Nilai-Nilai Spiritual dan Etika Bisnis dalam Membangun Resiliensi Usaha Mikro di Lifeworld Pelaku Usaha (Studi Kasus: Usaha Mikro Kerupuk Goreng Pasir, Banjarbaru Selatan). Tesis. Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. H. Ahmad Rifani, S.E., M.M.

Tingginya angka kegagalan usaha mikro (UMKM) di Indonesia yang mencapai 75% pada tahun ketiga mengindikasikan adanya krisis resiliensi yang tidak dapat diselesaikan semata-mata melalui pendekatan teknis-finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis bagaimana dialektika antara nilai-nilai spiritual Islam dan kearifan lokal budaya Banjar membentuk ketahanan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi Alfred Schutz, penelitian ini mengungkap lifeworld (dunia kehidupan) Ibu Sri Mulyati, pelaku usaha kerupuk goreng pasir di Banjarbaru Selatan yang telah membuktikan ketahanannya secara berkelanjutan.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian dan narasumber triangulasi, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi tema-tema esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan usaha Ibu Sri Mulyati dibangun di atas sebuah sistem nilai holistik yang disebut "29 Karakter". Sistem ini teridentifikasi berfungsi sebagai blueprint operasional yang mengintegrasikan etika bisnis (amanah, jujur) dengan mekanisme penyesuaian diri berbasis spiritual (istirja’, doa).

Temuan kunci penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai lokal "Sabar Keporo Ngalah" (rela mengalah dalam persaingan) dan penerapan "29 Karakter" telah berhasil mentransformasi persaingan bisnis menjadi kolaborasi sosial (positive sum game) serta membangun modal sosial yang kuat. Dialektika nilai budaya dan agama ini menciptakan mekanisme cognitive reframing yang memungkinkan pelaku usaha membingkai krisis sebagai ujian ilahi, sehingga mampu bertahan tanpa terjebak dalam tekanan material. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pergeseran paradigma dalam pendampingan UMKM dari sekadar penguatan teknis menuju penguatan karakter dan nilai spiritual sebagai fondasi ketahanan usaha yang berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI