DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TATA KELOLA PERUSAHAAN UMUM DAERAH PASAR BAIMAN PADA PASAR TRADISIONAL TUNGGING BELITUNG DARAT KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NOR DAMAYANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-07 |
ABSTRAK
Nor Damayanti, 2110413220039, 2025, Tata Kelola Perusahaan Umum Daerah Pasar Baiman Pada Pasar Tungging Belitung Darat Banjarmasin. Dibimbing ole Siti Mauliana Hairini.
Penelitian ini untuk mengetahui tata kelola pasar tradisional oleh Perusahaan Umum Daerah Pasar Baiman Kota Banjarmasin khususnya di Pasar Tungging Belitung Darat Kota Banjarmasin berdasarkan prinsip-prinsip New Public Governance, yaitu co-production, organisasi hibrid, keberlanjutan (sustainability), akuntabilitas, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kelompok informan diantaranya, Perusahaan Umum Daerah Pasar Baiman Kota Banjarmasin, paguyuban pedagang, pedagang, dan pembeli, serta observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pasar mengarah pada penerapan 5 prinsip New Public Governance. Dalam praktik co-production, pengelolaan pasar melibatkan kolaborasi antara pengelola, paguyuban pasar, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, kebersihan, serta penyampaian masukan dan keluhan secara langsung. Sementara itu, prinsip organisasi hibrid tercermin melalui Perusahaan Umum Daerah Pasar Baiman Kota Banjarmasin dengan orientasi pelayanan publik namun tetap memperhatikan efisiensi operasional. Keberlanjutan melalui upaya digitalisasi sistem transaksi, pelatihan berjualan daring, serta peningkatan fasilitas kenyamanan pasar. Prinsip akuntabilitas terlihat dari transparansi pengelolaan dana retribusi dan iuran yang dilaporkan secara berkala serta adanya mekanisme pertanggungjawaban terhadap kinerja pengelola pasar. Serta prinsip evaluasi dilakukan melalui forum pertemuan rutin antara pengelola dan paguyuban pedagang dan pemberian sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan pedagang. Dengan demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan tata kelola pasar, seperti keterbatasan tempat sampah yang menyebabkan timbulnya sampah di area pasar serta kurangnya petugas keamanan yang berkeliling saat pasar beroperasi. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan sarana fisik serta penguatan pengawasan lapangan demi mendukung terciptanya pasar yang tertib, aman, dan berkelanjutan.
Kata kunci : Tata Kelola Pasar, New Public Governance, dan Pasar Tradisional
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI