DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI MANAJEMEN LINGKUNGAN SEKOLAH RAMAH ANAK STUDI MULTI SITUS SMP NEGERI 1 KOTABARU DAN SMP NEGERI 7 KOTABARU | |
| PENGARANG | : | PUSPA HERLIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-09 |
Sekolah ramah anak merupakan strategi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala berupa lemahnya kebijakan, keterbatasan sarana, rendahnya kompetensi guru dalam pembelajaran interaktif, serta komunikasi kepemimpinan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kebijakan sekolah ramah anak, strategi manajemen lingkungan, peningkatan kompetensi guru, serta strategi komunikasi kepala sekolah dalam membangun budaya sekolah ramah anak di dua situs penelitian.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan pemilihan responden menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles & Huberman (2014), didukung perangkat lunak NVivo14 untuk proses coding, visualisasi tema, dan triangulasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan teori, serta dokumentasi sistematis untuk memastikan kredibilitas, transferabilitas, konfirmabilitas dan dependabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Kotabaru menekankan kebijakan formal, pelatihan guru, dan kerja sama eksternal, sedangkan SMP Negeri 7 Kotabaru menekankan pembiasaan nilai religius, kedisiplinan positif, dan partisipasi siswa. Peningkatan kompetensi guru di kedua sekolah diarahkan pada pembelajaran berbasis proyek, diferensiasi, dan pendekatan pedagogik non-diskriminatif. Strategi komunikasi kepala sekolah dijalankan melalui empat gaya utama: top-down, bottom-up, horizontal, dan lateral, yang berfungsi membangun budaya sekolah inklusif dan ramah anak.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan sekolah ramah anak ditentukan oleh integrasi kebijakan formal dengan pendekatan kultural, penguatan kompetensi guru, serta komunikasi kepala sekolah yang dialogis, transparan, dan partisipatif. Implikasinya, sekolah perlu melibatkan multipihak dalam perencanaan hingga evaluasi, memperkuat pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta mengoptimalkan teknologi informasi untuk mendukung komunikasi kepemimpinan yang adaptif dan berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI