DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI KOMUNIKASI PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANJARMASIN
PENGARANG:ANISAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-10


Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin merupakan wadah dalam membina, mendidik, dan membimbing warga binaan pemasyarakatan. Pentingnya penerapkan strategi komunikasi dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan pada efektifitas komunikasi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui (1) unsur-unsur strategi komunikasi petugas lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin. (2) hambatan strategi komunikasi yang dihadapi petugas lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang terdiri dari yaitu kepala sub seksi BINADIK dan GIATJA, dua orang petugas lapas, dan dua warga binaan pemasyarakatan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)unsur-unsur strategi komunikasi petugas lapas dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin dilakukan dengan lima unsur yaitu; komunikator adalah petugas lembaga pemasyarakatan, komunikan adalah warga binaan pemasyarakatan, pesan yang disampaikan berupa edukatif, motivasi, persuasif, teguran, nasihat dan mendidik, media yang digunakan berupa papan tulis, microphone, speaker, dan audio musik. Efek yang diharapkan berupa perubahan sikap dan pembelajaran keterampilan. (2)hambatan strategi komunikasi yang dihadapi petugas lapas dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin yaitu hambatan fisik berupa kondisi ruangan, lingkungan sekitar, dan kurangnya media komunikasi. Hambatan psikologis berupa salah menafsirkan pesan, kurangnya fokus, dan kurangnya kepercayaan diri. Hambatan bahasa berupa pesan yang tidak jelas.

Dari penelitian ini disarankan petugas lapas lebih mengoptimalkan pembinaan melalui gaya komunikasi yang lebih baik khususnya dalam hal kejelasan penyampaian pesan. Pada warga binaan diharapkan lebih menjaga sikap dan perilaku serta lebih bersikap terbuka kooperatif dalam berkomunikasi. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan meneliti lebih dalam lagi mengenai strategi komunikasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI