DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL, IKLIM KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP SE-KECAMATAN KELUMPANG HILIR KABUPATEN KOTABARU
PENGARANG:DODY ALFAYED
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-15


Kinerja guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah menengah pertama. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guru belum sepenuhnya optimal berdasarkan pengamatan awal yang diduga berkaitan dengan adanya tantangan pada aspek kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim kerja terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Populasi penelitian berjumlah 102 guru SMP yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling total. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis jalur (path analysis) berbasis SEM-PLS menggunakan aplikasi SmartPLS 4 untuk menguji model pengukuran dan model struktural serta mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien jalur sebesar 0,359 (p = 0,017). Iklim kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien 0,265 (p = 0,031). Motivasi kerja memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja guru sebesar 0,332 (p = 0,001). Pada hubungan tidak langsung, kepemimpinan instruksional berpengaruh terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0,100 (p = 0,049), sedangkan iklim kerja berpengaruh terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0,191 (p = 0,015) dengan efek mediasi moderat menuju sedang. Selain itu, iklim kerja memiliki pengaruh sangat kuat terhadap motivasi kerja guru dengan koefisien 0,576 (p = 0,000), menunjukkan bahwa suasana kerja yang kondusif, harmonis, dan suportif menjadi faktor dominan dalam meningkatkan motivasi guru.

Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal secara simultan dimana akan lebih efektif apabila sekolah memprioritaskan penguatan iklim kerja yang kondusif serta optimalisasi kepemimpinan instruksional kepala sekolah, disertai strategi peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan. Sekolah disarankan untuk memprioritaskan iklim kerja yang kondusif, mengoptimalkan kepemimpinan instruksional, dan meningkatkan motivasi kerja guru secara berkelanjutan guna meningkatkan kinerja guru dan mutu pembelajaran

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI