DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Batu Bara dalam Kumpulan Puisi Karya Y.S. Agus Suseno | |
| PENGARANG | : | SITI RABIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-17 |
ABSTRAK Rabiah, Siti. 2026. Batu Bara dalam Kumpulan Puisi Karya Y.S. Agus Suseno, Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing: (I) Dr. Sainul Hermawan, M. Hum.; Pembimbing (II) Dewi Alfianti, M.Pd. Kata kunci: batu bara, puisi, ekokritik Greg Garrard, keadilan ekologis, nasionalisme ekologis Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk ekokritik Greg Garrard yang meliputi pollution, apocalypse, dwelling, animals, wilderness, dan earth dalam kumpulan puisi Tanah Banjar Negeri Kesedihan karya Y.S. Agus Suseno, serta mendeskripsikan representasi keadilan ekologis dan nasionalisme ekologis yang berkaitan dengan dampak pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik sastra. Sumber data dan data penelitian ini berupa larik dan bait puisi dalam kumpulan puisi Tanah Banjar Negeri Kesedihan karya Y.S. Agus Suseno yang memuat isu ekologis, khususnya eksploitasi batu bara dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat lokal, dengan fokus pada 15 puisi terpilih dari keseluruhan 129 puisi yang terdapat dalam buku tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pembacaan berdasarkan teori ekokritik Greg Garrard. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) puisi-puisi dalam Tanah Banjar Negeri Kesedihan merepresentasikan kerusakan lingkungan akibat pertambangan batu bara melalui gambaran pencemaran berupa pencemaran udara dan air dari gas beracun dan limbah, kehancuran ekosistem yang terlihat dari rusaknya keseimbangan flora dan fauna, hilangnya ruang hidup manusia, tumbuhan, dan satwa akibat wilayah yang dijadikan areal tambang, serta penderitaan makhluk hidup yang tercermin dari terganggunya kehidupan dan hilangnya habitat. (2) keadilan ekologis diwujudkan melalui kritik terhadap ketimpangan dampak lingkungan yang dialami masyarakat Banjar dan alam Pegunungan Meratus. (3) nasionalisme ekologis hadir melalui penggambaran alam sebagai bagian dari identitas kultural dan tanah air, yang merepresentasikan jati diri kolektif masyarakat Banjar dan menekankan pentingnya perlindungan dan pelestarian bagi generasi mendatang.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI