DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI BANJIR DI KELURAHAN SUNGAI LULUT KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:NOOR HALIMATUS SADIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-21


Noor Halimatus Sa’diah, 2210413220035, Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Menanggulangi Banjir di Kelurahan Sungai Lulut. Dibimbing oleh Saifudin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin dalam Menanggulangi Bencana Banjir di Kelurahan Sungai Lulut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipedeskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyesuaian strategi kebencanaan menurut Carter dengan tiga tahapan yaitu tahap pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak BPBD Kota Banjarmasin, pemerintah kelurahan, serta masyarakat yang terdampak banjir di Kelurahan Sungai Lulut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BPBD Kota Banjarmasin dalam menanggulangi banjir di Kelurahan Sungai Lulut cukup berhasil. Hal ini dilihat dari kesesuaian pelaksanaan strategi penanggulangan bencana dengan teori strategi bencana yang digunakan. Berdasarkan indikator tahap pra bencana, BPBD telah melaksanakan sosialisasi dan edukasi kebencanaan melalui media sosial dan Forum FPRB meskipun belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat, penyusunan rencana kontinjensi banjir sebagai pedoman bencana,penguatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang didukung sarana dan prasarana memadai, serta pembangunan sirine peringatan dini banjir atau Early Warning System di Sungai Lulut. Pada tahap saat bencana, telah dilaksanakan evakuasikorban banjir, pendirian posko pengungsian dan dapur umum, distribusi bantuan meskipun masih belum merata karena keterbatasan anggaran serta koordinasi lintas lembaga melalui rapat darurat. Kemudian, pada tahap pasca bencana dilakukan pemulihan sarana dan prasarana melalui pendataan kerugian dan kerusakan fasilitas warga terdampak dengan instansi teknis seprti Dinas PUPR dan Perkim, kegiatan trauma healing, hingga koordinasi lintas wilayah untuk penanganan banjir. Meskipun demikian, penanganan pasca bencana masih lebih berfokus pada perbaikan infrastruktur sementara keterlibatan lembaga lain seperti Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan banjir belum terlihat maksimal.

Kepada BPBD Kota Banjarmasin perlu melibatkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam aspek pengelolaan lingkungan seperti pengelolaan sampah di wilayah rawan banjir

 

 

 

 

Kata Kunci: Strategi penanggulangan banjir, BPBD, Kelurahan Sungai Lulut

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI