DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KESENIAN WAYANG KULIT BANJAR DI DESA BAGAGAP KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 1985-2022
PENGARANG:DINA MAULIDA WATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-29


ABSTRAK

 

Dina Maulida Wati. 2025. Kesenian Wayang Kulit Banjar di Desa Bagagap Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Tahun 1985-2022. Pembimbing Utama: Wisnu Subroto, S.S., M.A., Pembimbing Pendamping: Dewicca Fatma Nadilla, M.Pd.

 

Penelitian ini membahas mengenai latar belakang munculnya kesenian wayang kulit Banjar di Desa Bagagap serta upaya pelestariannya dari tahun 1985 hingga 2022. Tahun 1985 dipilih sebagai tahun penelitian karena bertepatan dengan pemekaran Desa Bagagap dari Desa Sungai Kali, yang menjadi titik awal kemajuan administrasi dan budaya di daerah tersebut. Meskipun kesenian ini telah ada sebelumnya, fokus penelitian adalah perjalanan kesenian wayang kulit Banjar di Desa Bagagap. Dalam kurun waktu tersebut, kesenian wayang kulit Banjar telah diwariskan secara turun-temurun selama tiga generasi, menunjukkan adanya tradisi melalui peran aktif keluarga pelaku seni.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, teknik wawancara, serta studi dokumentasi kegiatan kesenian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian ini pertama kali dikenalkan oleh Dalang Manaf, lalu diteruskan oleh Dalang Sidiq, dan selanjutnya diwariskan kepada anak dan cucunya, termasuk Dalang Bahrun dan Dalang Murjani (Dalang Jani). Pelestarian kesenian ini tidak hanya dilakukan oleh para dalang secara turun-temurun, tetapi juga didukung oleh masyarakat sekitar serta pemerintah. Puncak dari pelestarian ini ditandai dengan berdirinya “Sanggar Budaya Wayang Kulit Khas Banjar” pada tahun 2022 sebagai wadah formal untuk kegiatan kesenian tersebut.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan sanggar dan pewarisan kesenian wayang kulit Banjar dilakukan secara turun-temurun melalui jalur keluarga dalang, memainkan peran penting dalam menjaga kesenian wayang kulit Banjar sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Dengan demikian, kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian identitas budaya masyarakat Banjar di Desa Bagagap.

 

Kata Kunci: Kesenian, Wayang kulit Banjar dan Pelestaria

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI