DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PEMBANGUNAN KEPERCAYAAN, DIALOG TATAP MUKA, KOMITMEN PROSES, SERTA PEMAHAMAN BERSAMA DAN HASIL AWAL TERHADAP KEBERHASILAN TATA KELOLA KOLABORATIF DI SELURUH KELURAHAN KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | ANINDYA RISA DESTIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-30 |
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penentu efektivitas tata kelola kolaboratif di tingkat kecamatan di Kota Banjarbaru, Indonesia, yang menghadapi tantangan yang semakin besar dalam penyediaan layanan publik dan pembangunan daerah. Meskipun kolaborasi multipihak telah diterapkan, masih terdapat kesenjangan antara proses kolaboratif yang sedang berlangsung dan hasil kebijakan, dan studi empiris yang mengkaji pengaruh dimensi proses kolaboratif terhadap keberhasilan tata kelola di tingkat desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembentukan kepercayaan, dialog tatap muka, komitmen terhadap proses, dan pemahaman bersama dengan hasil-hasil perantara terhadap keberhasilan tata kelola kolaboratif di seluruh desa perkotaan di Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain survei eksplanatori kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari para aktor kolaboratif di tingkat desa dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan parsial dan simultan diantara variabel-variabel.
Hasil menunjukkan bahwa pembentukan kepercayaan memiliki efek positif dan signifikan terhadap keberhasilan tata kelola kolaboratif, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan antar-aktor, transparansi, dan akuntabilitas merupakan pendorong utama kolaborasi yang efektif. Dialog tatap muka menunjukkan hubungan negatif yang
signifikan, yang mengindikasikan bahwa interaksi intensif tanpa arahan dan tindak
lanjut yang jelas dapat mengurangi efektivitas kolaborasi. Komitmen terhadap proses
tidak menunjukkan efek parsial yang signifikan, Hal ini menunjukkan bahwa komitmen prosedural pada dasarnya berfungsi sebagai mekanisme pendukung, bukan sebagai penentu langsung hasil. Pemahaman bersama dan hasil antara menunjukkan efek negatif yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa kesepakatan awal yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan ekspektasi yang berlebihan dan menghambat hasil akhir. Pada saat yang sama, semua variabel secara signifikan memengaruhi keberhasilan tata kelola kolaboratif, yang menegaskan bahwa tata kelola kolaboratif beroperasi sebagai sistem yang terintegrasi dan dinamis di mana dimensi relasional, komunikatif, dan prosedural saling berinteraksi untuk membentuk hasil kebijakan.
Studi ini menyimpulkan bahwa memperkuat kepercayaan antar-aktor, meningkatkan
kualitas interaksi kolaboratif, dan mengelola hasil antara secara sistematis merupakan
hal yang esensial untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kolaboratif di tingkat
pemerintah daerah. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan empiris teori tata
kelola kolaboratif dan memberikan implikasi praktis bagi implementasi kebijakan
kolaboratif.
Kata Kunci : Tata Kelola Kolaboratif, Pembentukan Kepercayaan, Dialog Tatap
Muka, Komitmen terhadap Proses, Pemahaman Bersama, Hasil Antara, Efektivitas
Kebijakan, Pemerintahan Daerah, Banjarbaru
Berkas PDF
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI