DIGITAL LIBRARY



JUDUL: PENGARUH VARIASI JARAK ELEKTRODA DALAM METODE ELEKTROKOAGULASI TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS LIMBAH CAIR TAHU (Studi pada Industri X di Landasan Ulin)
PENGARANG:EVA DWI SAFITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-30


Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik dengan beban pencemar tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu metode pengolahan sederhana yang dapat diterapkan adalah elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak elektroda terhadap perubahan kualitas limbah cair tahu. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan variasi jarak elektroda sebesar 3 cm, 4 cm, dan 5 cm. Parameter yang dianalisis meliputi COD, TSS, pH, dan NH? sebelum dan sesudah perlakuan elektrokoagulasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar COD dari 149,43 mg/L menjadi 70,62 mg/L, TSS dari 0,3055 mg/L menjadi 0,1170 mg/L, dan NH? dari 35,086 mg/L menjadi 22,226 mg/L, serta meningkatkan nilai pH dari 2,0 menjadi 4,1 pada jarak elektroda 5 cm. Efisiensi penurunan tertinggi pada jarak elektroda 5 cm sebesar 52,74% untuk COD, 61,69% untuk TSS, dan 36,65% untuk NH?, sedangkan nilai pH mengalami peningkatan sebesar 105%. Meskipun terjadi penurunan kadar pencemar, nilai NH? dan pH hasil pengolahan masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Secara keseluruhan, variasi jarak elektroda dalam proses elektrokoagulasi berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengolahan limbah cair tahu dan berpotensi diterapkan sebagai metode pengolahan lanjutan yang sederhana dan ramah lingkungan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI