DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Pelestarian Kesenian Tradisional Bumbung Pada Perkumpulan Mekar Sari Satya Bhuana Di Desa Wanasari | |
| PENGARANG | : | NI PUTU SUDI WIDIARTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-05 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian kesenian tradisional sebagai warisan budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat. Kesenian Bumbung pada perkumpulan Mekar Sari Satya Bhuana di Desa Wanasari menghadapi tantangan modernisasi dan sempat mengalami masa vakum yang cukup panjang dari akhir era 1980-an hingga tahun 2018 karena kendala regenerasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan merumuskan strategi pelestarian yang diterapkan agar kesenian tersebut tetap relevan di tengah masyarakat kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bentuk pertunjukan kesenian Bumbung, termasuk prosedur, elemen seni, dan alat musik yang digunakan, serta menguraikan pendekatan pelestarian yang dilakukan untuk menjaga eksistensi kesenian ini di Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Wanasari, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan objek penelitian berupa kesenian Bumbung pada perkumpulan Mekar Sari Satya Bhuana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan narasumber seperti ketua kesenian dan penari, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Tari Bumbung terdiri dari fase pembuka, inti, dan penutup yang mengintegrasikan aspek musik, tari, dan ritual. Strategi pelestarian yang dilakukan oleh perkumpulan Mekar Sari Satya Bhuana mencakup: (1) revitalisasi pakem melalui standardisasi gerak dan busana untuk menjaga etika kesopanan (sesana), (2) adaptasi artistik melalui modifikasi musikalitas dengan mengintegrasikan unsur ritmik non-Bali seperti kendang jaipong; (3) pemanfaatan teknologi digital melalui pengarsipan dan promosi di media sosial seperti Instagram dan TikTok; serta (4) penguatan regenerasi dengan melibatkan penari muda dari kalangan keluarga dan masyarakat sekitar. Melalui kombinasi antara menjaga orisinalitas dan fleksibilitas adaptasi, kesenian Bumbung di Desa Wanasari berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai ruang partisipasi publik yang bernilai estetis dan religius.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI