DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | , Evaluasi Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RUTILAHU) Di Kecamatan Banjarmasin Selatan | |
| PENGARANG | : | IRMA ZEIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-05 |
ABSTRAK
Irma Zein, 2210411320042, 2026, Evaluasi Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RUTILAHU) Di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Di bawah bimbingan Sugeng Karyadi.
Dinas Sosial Kota Banjarmasin menyelenggarakan Program Rehabilitasi Sosial-RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) sebagai upaya prioritas penanggulangan kemiskinan dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Meskipun telah dirancang sedemikian rupa, pelaksanaannya masih menghadapi kendala seperti fluktuasi realisasi anggaran dan pembatalan unit bantuan akibat kendala verifikasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan lanjutan Program Rehabilitasi Sosial-RUTILAHU di Kecamatan Banjarmasin Selatan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Peneliti menerapkan model evaluasi CIPP untuk menilai program secara komprehensif mulai dari tahap perencanaan hingga hasil akhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial-RUTILAHU di Kecamatan Banjarmasin Selatan berjalan cukup baik dan layak untuk dilanjutkan dengan beberapa perbaikan strategis. Program ini berhasil mentransformasi rumah tidak layak huni menjadi hunian aman dan sehat sesuai standar ALADIN (Atap, Lantai, Dinding), serta meningkatkan martabat sosial penerima manfaat. Faktor pendukung utama meliputi sinergi aparat lingkungan, mekanisme penyaluran dana non-tunai melalui Bank Kalsel yang transparan, dan partisipasi swadaya masyarakat. Namun, program masih memiliki hambatan pada kendala administratif terkait legalitas lahan di zona terlarang (jalur hijau), lemahnya sinkronisasi data antar-instansi (kuota ganda), inflasi harga material, serta faktor geografis lahan gambut. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada sistem integrasi data dan kebijakan alternatif bagi warga di kawasan terbatas agar efektivitas program lebih maksimal.
Kata Kunci: Evaluasi, Program, Rehabilitasi Sosial
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI