DIGITAL LIBRARY



JUDUL:WORK-LIFE BALANCE PEGAWAI BANK KALSEL (STUDI FENOMENOLOGI SCHUTZ PADA KCP BANJARMASIN TIMUR)
PENGARANG:RIFQI NUR RACHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-06


Rifqi Nur Rachman (2025). Work-life balance Pegawai Bank Kalsel (Studi

Fenomenologi Schutz pada KCP Banjarmasin Timur). Pembimbing: Abdurrahman

Sadikin

Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan

Selatan (Bank Kalsel) Kantor Cabang Pembantu Banjarmasin Timur. Tujuan dari

penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) bagaimana motif sebab

pegawai Bank Kalsel KCP Banjarmasin Timur dalam memandang work-life

balance; (2) bagaimana motif manfaat pegawai Bank Kalsel KCP Banjarmasin

Timur dalam memandang work-life balance; (3) bagaimana strategi pegawai Bank

Kalsel KCP Banjarmasin Timur untuk mencapai work-life balance; (4) bagaimana

dampak work-life balance terhadap kinerja bagi pegawai Bank Kalsel KCP

Banjarmasin Timur; (5) bagaimana pemahaman dan persepsi pegawai Bank Kalsel

KCP Banjarmasin Timur terhadap work-life balance.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan

fenomenologi Schutz. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang pegawai Bank

Kalsel KCP Banjarmasin Timur dengan kriteria telah bekerja dengan Bank Kalsel

selama lebih dari satu tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,

wawancara mendalam dengan informan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan

dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motif sebab mencakup tuntutan

kerja yang tinggi, peran ganda sebagai kepala keluarga atau ibu rumah tangga, serta

nilai-nilai personal seperti kebutuhan akan ketenangan hidup; (2) motif manfaat

yang diharapkan meliputi terciptanya keharmonisan keluarga, peningkatan

kesejahteraan mental dan penurunan tingkat stres, serta adanya kepuasan dan

pengembangan diri dalam karier; (3) pegawai menggunakan berbagai strategi untuk

mencapai work-life balance, seperti manajemen waktu yang terarah, membangun

batasan yang tegas antara jam kerja dan waktu pribadi, menjaga komunikasi yang

baik dengan keluarga, serta mengelola pola pikir secara positif; (4) pencapaian

work-life balance yang baik berdampak baik pada kinerja pegawai. Informan

menunjukkan peningkatan fokus, inisiatif, dan produktivitas dalam mencapai

target. Dengan tercapainya keseimbangan, pegawai dapat terhindar dari burnout

yang mengganggu kinerja, serta memiliki stabilitas emosional yang secara

keseluruhan meningkatkan kualitas kerja dan kehidupan mereka; (5) pemahaman

dan persepsi informan terhadap work-life balance bersifat beragam dan subjektif,

umumnya mencakup kemampuan memisahkan ranah profesional dan pribadi,

kondisi psikologis di mana pekerjaan dijalani tanpa beban, serta terselesaikannya

seluruh peran dan tanggung jawab secara optimal.

Kata Kunci: Work-life balance, Pegawai Bank, Fenomenologi Schutz

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI