DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI NILAI-NILAI BERBHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 6 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RISKA AULIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-08 |
ABSTRAK
Riska Aulia, 2026. Implementasi Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 6 Banjarmasin. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Sarbaini.
Kata kunci : Bhinneka Tunggal Ika, Pendidikan Pancasila, Pembelajaran, Kebijakan dan Budaya Sekolah, Pendidikan Multikultural
Implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menghadapi tantangan dalam konsistensi penerapan dan penguatan sikap toleransi murid di lingkungan sekolah yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kebijakan dan budaya sekolah, mengkaji implementasinya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Pancasila, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SMP Negeri 6 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, tiga guru Pendidikan Pancasila, dan enam murid. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles & Huberman (1994) yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kebijakan dan budaya sekolah berlangsung secara sistematis melalui tataran simbolik, kebijakan institusional, dan partisipatif, meskipun masih terdapat kesenjangan dalam proses internalisasi pada tingkat murid. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila, implementasi tersebut telah terintegrasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, serta penggunaan penilaian autentik, namun masih ditemukan penggunaan instrumen penilaian antar guru yang belum konsisten. Selain itu, implementasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat mendukung maupun menghambat, di mana faktor pendukung meliputi keterlibatan seluruh warga sekolah, keteladanan guru, serta terbentuknya budaya sekolah yang inklusif, sedangkan faktor penghambat mencakup keragaman karakter murid, keterbatasan fasilitas, serta pengaruh lingkungan eksternal.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan internalisasi nilai kebhinekaan melalui pembiasaan berkelanjutan, pengembangan instrumen penilaian yang terstandarisasi, serta penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI