DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER BERSAHABAT/KOMUNIKATIF SISWA PADA KELAS IX DI SMP NEGERI 7 BANJARMASIN
PENGARANG:THERESIA ALVIRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-08


Theresia Alvira, 2026. Peran Guru dalam Mengembangkan Karakter Bersahabat/Komunikatif Siswa Pada Kelas IX di SMP Negeri 7 Banjarmasin. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Dian Agus Ruchliyadi.

Kata kunci: Peran Guru, Karakter Bersahabat/Komunikatif, Siswa

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya karakter bersahabat/komunikatif siswa kelas IX di SMP Negeri 7 Banjarmasin, terutama dalam interaksi sosial antar siswa yang beragam termasuk dengan siswa berkebutuhan khusus. Hal ini ditunjukkan melalui kurangnya empati, komunikasi yang belum santun, serta rendahnya penerimaan terhadap perbedaan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan karakter bersahabat/komunikatif serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru dalam mengembangkan karakter bersahabat/komunikatif dilakukan melalui peran sebagai fasilitator, teladan, dan motivator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan lingkungan belajar yang inklusif melalui pembentukan kelompok heterogen, rotasi tempat duduk, serta kegiatan kokurikuler seperti “Spensev Bapantas” yang mendorong interaksi sosial siswa. Sebagai teladan, guru menunjukkan sikap ramah, penggunaan bahasa yang santun, serta perilaku menghargai perbedaan melalui budaya 5S dan penanganan konflik secara bijak. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan melalui penanaman nilai kesetaraan, pemberian reward, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan organisasi untuk menumbuhkan empati dan kerja sama; (2) Kendala yang dihadapi meliputi munculnya kecemburuan sosial terhadap siswa berkebutuhan khusus, hambatan interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus, terbentuknya kelompok pertemanan eksklusif (circle) serta adanya siswa introvert, dan rendahnya etika pergaulan seperti penggunaan bahasa yang kurang santun. Disarankan kepada pihak sekolah dan seluruh guru untuk terus meningkatkan peran dalam mengembangkan karakter bersahabat/komunikatif secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman, sehingga karakter bersahabat/komunikatif antar siswa dapat berkembang secara optimal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI