DIGITAL LIBRARY



JUDUL:AKTIVITAS PRODUKSI SIRUP MANDAU DI KELAYAN A BANJARMASIN
PENGARANG:HASANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-12


Hasanah. 2026. Aktivitas Produksi Sirup Mandau di Kelayan A Banjarmasin.  Skripsi.Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I: Prof. Dr. Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M.Pd. dan Pembimbing II: M. Ridha Ilhami, M.Pd.

Usaha produksi Sirup Mandau di Kelayan A, Banjarmasin  merupakan salah satu industri rumahan yang masih mempertahankan metode produksi secara  tradisional. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana faktor yang meliputi bahan baku, tenaga kerja, modal dan usaha serta aktivitas produksi dijalankan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha Sirup Mandau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana  faktor-faktor dan aktivitas produksi yang meliputi bahan baku, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan pada usaha Sirup Mandau di Kelayan A, Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas pemilik usaha dan tenaga kerja yang terlibat dalam produksi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang mendukung keberlangsungan usaha ini meliputi ketersediaan bahan baku yang dapat diperoleh secara berkelanjutan, tenaga kerja yang terlibat telah bekerja dalam jangka waktu lama sehingga memahami setiap tahapan produksi, modal yang terbatas namun mampu mencukupi kebutuhan operasional, serta kewirausahaan pemilik usaha yang mampu menjaga kualitas produk, beradaptasi dengan pasar, dan menjaga hubungan baik dengan konsumen dan pemasok bahan baku Sirup Mandau. Produksi sirup Mandau dilakukan secara tradisional menggunakan peralatan manual dengan alur produksi yang terstruktur mulai dari perebusan gula, penyaringan, pemberian warna, pendinginan, penambahan aroma, hingga pengemasan.

Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberlangsungan usaha sirup Mandau tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola sumber daya secara efektif dan menerapkan nilai-nilai kewirausahaan. Usaha ini sekaligus mencerminkan peran penting UMKM berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat di Banjarmasin.

 

Kata Kunci: Sirup Mandau, Produksi Tradisional, Faktor Produksi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI