DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MAKNA DAN MODIFIKASI TRADISI MELABUH DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA MASYARAKAT BANJAR DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:STEVANY NIKE ARDANATA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-19


ABSTRAK

 

Makna dan Modifikasi Tradisi Melabuh dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik pada Masyarakat Banjar di Kota Banjarmasin.

Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing oleh Drs. H. Setia Budhi, M.Si., Ph.D.

Stevany Nike Ardanata

            Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika makna dan perubahan dalam tradisi melabuh pada masyarakat Banjar di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tradisi melabuh dalam kepercayaan masyarakat Banjar serta menganalisis bentuk dan proses modifikasi tradisi tersebut dari masa lampau ke masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer dan didukung oleh pemikiran George Herbert Mead untuk memahami proses pembentukan makna melalui interaksi sosial.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi melabuh memiliki makna sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan gaib, ungkapan rasa syukur, serta permohonan keselamatan yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Banjar. Makna tersebut terbentuk melalui proses interaksi sosial dan komunikasi simbolik antara pelaku ritual, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, tradisi melabuh mengalami modifikasi dalam bentuk, isi, dan cara pelaksanaannya akibat perkembangan zaman, namun tidak menghilangkan makna utama dari tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi melabuh merupakan praktik budaya yang dinamis yang tetap bertahan melalui proses penyesuaian dan interpretasi ulang terhadap simbol-simbol yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial berperan penting dalam mempertahankan sekaligus memodifikasi tradisi melabuh. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat tetap menjaga nilai-nilai tradisi, generasi muda lebih aktif dalam melestarikan budaya, serta pemerintah dan peneliti selanjutnya turut berperan dalam upaya pelestarian dan pengembangan kajian tradisi melabuh.

 

Kata kunci: Tradisi melabuh, Makna, Interaksionisme simbolik, Modifikasi tradisi, Masyarakat Banjar.


ABSTRACT 

The Meaning and Modification of the Melabuh Tradition: A Symbolic Interactionist Perspective in the Banjar Community of Banjarmasin.

Thesis. 2026. Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Lambung Mangkurat University. Supervised by Drs. H. Setia Budhi, M.Si., Ph.D.

Stevany Nike Ardanata

             This study is motivated by the dynamic changes in meaning and modification of the melabuh tradition with in the Banjar community amid modern societal developments. The study aims to understand the significance of the melabuh tradition within the Banjar community’s beliefs and to analyze the forms and processes of modification of this tradition from the past to the present. The method employed is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation, while data analysis utilized qualitative analysis techniques. This study employed the theory of symbolic interactionism proposed by Herbert Blumer and supported by the ideas of George Herbert Mead to understand the process of meaning formation through social interaction.

            The results show that the melabuh tradition holds meanings as a form of respect for supernatural forces, an expression of gratitude, and a request for safety, which are passed down from generation to generation within the Banjar community. These meanings are constructed through processes of social interaction and symbolic communication among ritual participants, families, and the wider community. Furthermore, the melabuh tradition has undergone modifications in its form, contents, and implementation due to changing times, without eliminating its core meanings. Therefore, the melabuh tradition can be understood as a dynamic cultural practice that persists through adaptation and reinterpretation of its symbols. This study concludes that social interaction plays a crucial role in both maintaining and modifying the tradition. It is recommended that the community preserve the values of the tradition, that younger generations actively participate in cultural preservation, and that future researchers and the government contribute to sustaining and developing studies on the melabuh tradition.

 

Keywords: Melabuh tradition, Meaning, Symbolic interactionism,  Tradition modification, Banjar community.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI