DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kelurahan Alalak Selatan Kota Banjarmasin
PENGARANG:AFIANA CAHYANINGRUM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-26


Afiana CahyaNingrum, 2210411320023, 2026, Implementasi Program Intervensi Pencegahan Dan Penurunan Stunting di Kelurahan Alalak Selatan, Dibawah bimbingan Sidderatul Akbar.

Stunting adalah masalah serius yang selalu menjadi sorotan di Indonesia. Di Kota Banjarmasin, prevelensi stunting pada tahun 2024 mencapai angka 26,5%, meningkat dari 22,4% di tahun 2022. Pemerintah daerah telah melaksanakan berbagai upaya salah satunya yakni program intervensi pencegahan dan penurunan stunting guna menekan angka stunting agar penurunanya lebih stabil. Di Kelurahan Alalak Selatan, angka stunting menunjukan perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun, yaitu 78 balita pada tahun 2022, meningkat menjadi 141 balita di tahun 2022, kembali menurun menjadi 82 balita di tahun 2024, dan meningkat kembali menjadi 120 balita pada tahun 2025. Kondisi ini menunjukan bahwa angka stunting di wilayah tersebut masih belum stabil, tidak heran jika wilayah ini pernah dijadikan sebagai wilayah prioritas dalam penurunan stunting ditahun 2024 oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi program intervensi pencegahan dan penurunan stunting di Kelurahan Alalak Selatan serta mengidentifikasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program tersebut. Kualitatif deskriptif dipilih peneliti sebagai metode penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil Penelitian menunjukan bahwa program intervensi pencegahan dan penurunan stunting di Kelurahan Alalak Selatan sudah terlaksana dengan baik, melalui beberapa yakni kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi, pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, pelatihan pemantauan kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta dukungan kegiatan Posyandu sebagai pemeriksaan kesehtaan ibu hamil atau ibu menyusui secara berkala. Meskipun demikian, dalam implementasi program tersebut di lapangan belum berjalan dengan maksimal karena memiliki beberapa hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan anggaran.

Solusi yang diterapkan meliputi perlu adanya penambahan petugas gizi di Puskesmas Alalak Selatan dan penambahananggaran, sehingga program ini dapat dijalankan lebih optimal dengan adanya sumber daya yang memadai.

 

Kata Kunci: Implementasi Program, Stunting, Intervensi Stunting.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI