DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Cakruk: Ruang Kolaboratif Modern di Kota Banjarbaru
PENGARANG:M. DEDY SETIAWAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-08


Kondisi kehidupan masyarakat urban Kota Banjarbaru menyimpan kekhawatiran mendalam, yakni memudarnya ikatan sosial akibat individualisme yang perlahan menggerus rasa kebersamaan membuat  ruang publik sebagai wadah kolaborasi dan solidaritas sosial kian relevan dan dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Cakruk dalam dinamika sosial masyarakat Komplek Berlina Jaya dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan peran, serta relevansinya sebagai ruang kolaboratif modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, leaderless group discussion dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif.  Kajian ini menggunakan teori Ruang Publik (Public Sphere) Jürgen Habermas sebagai  perspektif analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakruk telah bertransformasi dari sekadar pos ronda menjadi ruang publik multifungsi yang berperan signifikan dalam dinamika sosial masyarakat. Keberlanjutannya ditopang oleh sejumlah faktor meliputi partisipasi aktif warga, modal sosial yang kuat dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, sehingga Cakruk memiliki relevansi kuat sebagai ruang kolaboratif modern yang mampu menjawab tantangan individualisme kehidupan urban. Cakruk hadir sebagai perwujudan ruang publik Habermasian yang adaptif dan partisipatif serta berperan vital dalam merekatkan kohesi sosial masyarakat urban. Temuan ini memperkaya studi ruang publik dalam kearifan lokal masyarakat perkotaan di Indonesia, sekaligus mendorong pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk menjadikan Cakruk sebagai rujukan perencanaan ruang publik yang egaliter dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penelitian selanjutnya diharapkan mengkaji Cakruk melalui perspektif etnografi jangka panjang, tata ruang, urban resilience dan social infrastructure, sekaligus memperdalam diskusi potensi ruang publik lokal lainnya sebagai counter-public sphere dalam kerangka teoritis Habermas.

Kata kunci: Cakruk, Ruang Publik, Ruang Kolaboratif, Masyarakat Perkotaan, Solidaritas Sosial.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI