DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Strategi Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Mendukung Program Optimalisasi Lahan (OPLA) di Kabupaten Tanah Laut
PENGARANG:SEPTIA HAYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-09


Program Optimalisasi lahan (OPLA) merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas padi utamanya lahan rawa.  Salah satu lokasi program OPLA di Kalimantan Selatan adalah di Kabupaten Tanah Laut.  Hanya saja produktivitas padi yang termasuk dalam program OPLA ini belum menunjukkan kenaikan hasil yang signifikan bahkan cenderung relatif tetap.  Padahal dari sisi sumberdaya manusia (SDM); Kabupaten Tanah Laut memiliki jaringan penyuluh pertanian yang aktif dalam upaya mendukung keberhasilan program ini.  Program OPLA ini secara teknis berhasil pada tingkat kebun percobaan, namun gagal direplikasi secara luas karena tidak mempertimbangkan realitas kondisi wilayah maupun para petaninya. Oleh sebab itu perlu strategi yang tepat sesuai dengan kondisi petani dan wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Strategi ini mungkin saja berbeda antara lahan padi skala luas dan skala sempit. 

 

Penelitian bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal usahatani padi sawah lahan skala luas dan sempit serta merumuskan strategi prioritas untuk meningkatkan produktivitas padi melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLA) di Kabupaten Tanah Laut. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya produktivitas padi sawah dalam pelaksanaan OPLA serta adanya perbedaan capaian antara petani padi berlahan sempit dan berlahan luas.  Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap 60 petani penerima manfaat OPLA yang dipilih secara purposive, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan manajemen strategis melalui Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matriks SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal usahatani berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,78, sedangkan kondisi eksternal berada pada kategori responsif dengan skor EFE sebesar 2,85. Kombinasi kedua skor tersebut menempatkan posisi strategis pada Sel V (hold and maintain) dalam Matriks Internal–External. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah optimalisasi pemanfaatan lahan melalui peningkatan penerapan teknologi budidaya dan penguatan dukungan sarana produksi. Namun demikian, strategi bersifat defferensiatif berdasarkan tipologi lahan, di mana pada lahan sempit difokuskan pada penguatan kelembagaan kelompok tani, sedangkan pada lahan luas diarahkan pada penguatan manajemen kolektif hamparan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas padi sawah dalam Program OPLA memerlukan pendekatan strategis yang kontekstual dan berbasis karakteristik usahatani guna menjamin keberlanjutan program.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI