DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PEMANFAATAN TUMBUHAN MANGROVE DI DESA TABUNGANEN KECIL KECAMATAN TABUNGANEN KABUPATEN BARITO KUALA | |
| PENGARANG | : | ANITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-09 |
ANITA. 2026. Analisis Pemanfaatan Tumbuhan Mangrove di Desa Tabunganen Kecil Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala. Skripsi. Program Studi Kehutanan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Ir. Trisnu Satriadi, S.Hut ., M.Si. dan Ir Rosidah Radam, M.P.
Kata Kunci: Pemanfaatan Mangrove, Pengetahuan lokal, Tumbuhan Nipah, Nilai Ekonomi Sosial, Desa Tabunganen Kecil.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat serta bentuk pemanfaatnya di Desa Tabunganen Kecil, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan September-November 2025 menggunakan metode survei dengan teknik snowball sampling. Namun informasi mengenai jenis dan bentuk pemanfaatan tumbuhan mangrove oleh masyarakat setempat masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai hubungan masyarakat dengan sumber daya mangrove diwilayah tersebut melalui wawancara kepada 14 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis tumbuhan mangrove yang di manfaatkan oleh masyarakat, yaitu Nipah (Nypa fruticans), Jeruju (Acanthus ilicifolius), Kelakai (Stenochlaena palustris), Rambai atau pidada (Sonnerataria caseolaris), Piai (Acrostichum aureum), dan Luntas (Pluchea indica). Bentuk pemanfaatan tumbuhan mangrove meliputi pemanfaatan sebagai bahan pangan, kerajinan, dan obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (42,11%), terutama daun nipah yang digunakan untuk membuat atap, kajang, tanggui, dan sapu lidi. Buah muda dan tua dimanfaatkan sebagai minuman dan makanan. Pemanfaatan tumbuhan mangrove oleh masyarakat masih bersifat tradisional dan didasarkan pada pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemanfaatan ini juga berkontribusi sebagai sumber penghasilan tambahan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove memiliki nilai ekonomi dan sosial yang penting serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Secara umum, pemanfaatan tumbuhan mangrove olerh masyarakat Desa Tabunganen kecil masih bersifat positif dan tradisional.
ANITA. 2026. Analysis of Mangrove Plant Utilization in Tabunganen Kecil Village, Tabunganen District, Barito Kuala Regency. Thesis. Forestry Study Program. Lambung Mangkurat University. Supervisor: Dr. Ir. Trisnu Satriadi, S.Hut., M.Si. and Ir. Rosidah Radam, M.P.
Keywords: Mangrove Utilization, Local Knowledge, Nipah Plant, Socio Economic Value, Tabunganen Kecil Village.
This study aims to analyze the types of mangrove plants utilized by the community and the forms of their utilization in Tabunganen Kecil Village, Tabunganen District, Barito Kuala Regency. The research was conducted from September to November 2025 using a survey method with a snowball sampling technique. However, information regarding the types and forms of mangrove plant utilization by the local community is still limited. Therefore, this study was carried out to provide an overview of the relationship between the community and mangrove resources in the area through interviews with 14 respondents. The results showed that there are six types of mangrove plants utilized by the community, namely Nipah (Nypa fruticans), Jeruju (Acanthus ilicifolius), Kelakai (Stenochlaena palustris), Rambai or Pidada (Sonneratia caseolaris), Piai (Acrostichum aureum), and Luntas (Pluchea indica). The forms of utilization include their use as food, handicrafts, and traditional medicine. The most commonly used plant part is the leaf (42,11%), especially nipah leaves, which are used to make roofs, kajang, tanggui, and broomsticks. Young and mature fruits are utilized as beverages and food. The utilization of mangrove plants by the community remains traditional and is based on local knowledge passed down through generations. In addition to meeting daily needs, this utilization also contributes as a source of additional income for the community. This indicates that mangrove ecosystems have significant economic and social value and hold potential for sustainable development. Overall, the utilization of mangrove plants by the community in Tabunganen Kecil Village is still positive and traditional in nature.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI