DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH KEPEMIMPINAN SITUASIONAL, DUKUNGAN ORGANISASI, DAN EFIKASI DIRI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SMP DI KECAMATAN PULAU LAUT UTARA DAN PULAU LAUT SIGAM KABUPATEN KOTABARU | |
| PENGARANG | : | Muhammad Triyoso | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-10 |
Muhammad Triyoso. 2026. Pengaruh Kepemimpinan Situasional, Dukungan Organisasi, dan Efikasi Diri terhadap Motivasi Kerja Guru SMP di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru. Tesis. Program Magister Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D (2) Dr. Sulistiyana, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Kepemimpinan situasional, dukungan organisasi, efikasi diri, motivasi kerja guru.
Motivasi kerja guru tercermin dari kesediaan dalam melaksanakan tugas profesional secara bertanggung jawab, menunjukkan semangat dalam pembelajaran, serta meningkatkan kinerja secara berkelanjutan dalam mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan situasional, dukungan organisasi, efikasi diri, dan motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru serta menguji pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan situasional, dukungan organisasi, dan efikasi diri terhadap motivasi kerja guru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang diformulasikan ke dalam model analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian adalah guru SMP di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional pada setiap sekolah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji hipotesis, regresi linier, analisis jalur (path analysis), serta uji mediasi menggunakan Sobel test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan situasional, dukungan organisasi, efikasi diri, dan motivasi kerja guru termasuk dalam kategori tinggi; (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepemimpinan situasional terhadap motivasi kerja guru (β = 0,315; t = 2,678; p = 0,008); (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan dukungan organisasi terhadap motivasi kerja guru (β = 0,302; t = 4,748; p = 0,000); (4) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap motivasi kerja guru (β = 0,316; t = 2,603; p = 0,010); (5) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepemimpinan situasional terhadap efikasi diri (β = 0,834; t = 19,401; p = 0,000); (6) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan dukungan organisasi terhadap efikasi diri (β = 0,174; t = 4,053; p = 0,000); (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan kepemimpinan situasional terhadap motivasi kerja guru melalui efikasi diri (Sobel test = 2,588; p = 0,010) sehingga terjadi mediasi; (8) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan dukungan organisasi terhadap motivasi kerja guru melalui efikasi diri (Sobel test = 2,197; p = 0,028) sehingga terjadi mediasi.
Disarankan agar kepala sekolah meningkatkan penerapan kepemimpinan situasional serta memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan efikasi diri dan motivasi kerja guru. Peneliti selanjutnya dianjurkan untuk mengembangkan variabel lain yang berpotensi memperkuat motivasi kerja guru dalam konteks pendidikan menengah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI