DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KOMPARATIF INSTRUMEN EVALUASI USABILITY PADA APLIKASI MOBILE DAN WEBSITE PARIWISATA DI INDONESIA | |
| PENGARANG | : | AHMAD MUHSIN ZEIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-10 |
Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai platform
pariwisata yang memudahkan pengguna dalam mencari informasi dan merencanakan
perjalanan wisata. Dalam konteks ini, usability menjadi faktor penting yang
memengaruhi efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan
platform digital. Namun, penelitian yang membandingkan instrumen evaluasi
usability umum dengan instrumen khusus pariwisata pada platform digital di
Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan
usability aplikasi Tiket.com dan website Indonesia.travel menggunakan empat
instrumen evaluasi, yaitu System Usability Scale (SUS), USE Questionnaire, User
Experience Questionnaire Plus (UEQ+), dan Indonesian Tourism Application
Usability Questionnaire (ITAUQ). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif
komparatif dengan desain within-subjects, melibatkan delapan responden yang
mengevaluasi kedua platform menggunakan seluruh instrumen. Data dianalisis
menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test,
Wilcoxon signed-rank test, effect size, serta korelasi Pearson. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Tiket.com memperoleh skor usability lebih tinggi dibandingkan
Indonesia.travel pada seluruh instrumen: SUS 78,13 (Good, Grade B), USE 83,1%
(Sangat Layak), UEQ+ 1,80 (Positif), dan ITAUQ 5,76 dari skala 1-7.
Indonesia.travel memperoleh SUS 67,81 (OK, Grade C), USE 75,6% (Layak), UEQ+
1,50 (Positif), dan ITAUQ 5,37. Meskipun seluruh uji perbedaan tidak signifikan
secara statistik (p > 0,05), analisis effect size menunjukkan perbedaan praktis
berkategori kecil hingga sedang. Penelitian menyimpulkan bahwa ITAUQ efektif
digunakan sebagai instrumen evaluasi usability platform pariwisata digital karena
memberikan informasi diagnostik yang lebih kaya melalui dimensi kontekstual.
Namun, SUS tetap paling efisien secara global. Kombinasi keduanya
direkomendasikan untuk evaluasi yang lebih komprehensif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI