DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual Melalui Program Rehabilitasi Sosial di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Di Kota Banjarbaru
PENGARANG:YUNITA ISTIQOMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-10


Penyandang disabilitas intelektual merupakan kelompok rentan yang menghadapi hambatan dalam menjalankan fungsi sosialnya, karena keterbatasannya maupun stigma masyarakat. Kondisi ini memerlukan upaya pemberdayaan melalui melalui program rehabilitasi sosial agar mereka mampu mengembangkan potensi dan berfungsi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tahapan pelaksanaan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual melalui program rehabilitasi sosial di PRSPD Iskaya Banaran, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual melalui program rehabilitasi sosial di PRSPD Iskaya Banaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pegawai yang terlibat langsung dalam program minimal dua tahun serta klien angkatan 7 yang sedang mengikuti rehabilitasi sosial. Jumlah informan sebanyak 9 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) tahap pelaksanaan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual yaitu tahap persiapan petugas dan lapangan, pengkajian data klien, perencanaan alternatif program melibatkan klien dalam pemilihan, pemformulasi rencana aksi melalui penyusunan langkah operasional program, pelaksanaan kegiatan/program melalui bimbingan fisik, mental, spiritual, dan keterampilan, evaluasi melalui pencatatan perkembangan dan rapat evaluasi, dan terminasi melalui monitoring dan bimbingan lanjutan. (2) faktor pendukung meliputi ketersediaan dana kegiatan mencangkup pemberian UEP, fasilitas dan sarana prasarana, dan SDM yang kompeten, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya pekerja dan kurangnya dukungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan telah berjalan secara sistematis, meskipun masih terdapat hambatan. Oleh karena itu, panti disarankan untuk mengoptimalkan peran pekerja sosial dalam pendampingan serta memperkuat kerja sama dan pelibatan keluarga guna mendukung keberlanjutan pemberdayaan.

Kata Kunci : Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas Intelektual, Rehabilitasi Sosial

People with intellectual disabilities are a vulnerable group who face barriers in performing their social functions, due to their limitations and social stigma. This condition requires empowerment efforts through social rehabilitation programs so that they can develop their potential and function optimally. This study aims to: (1) identify the stages of empowerment of people with intellectual disabilities through social rehabilitation programs at PRSPD Iskaya Banaran, and (2) identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of empowerment of people with intellectual disabilities through social rehabilitation programs at PRSPD Iskaya Banaran. This study used a qualitative method with a case study approach. Informants were selected using purposive sampling, consisting of employees who had been directly involved in the program for at least two years and clients from batch 7 who were undergoing social rehabilitation. There were 9 informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through source, technique, and time triangulation. The results of the study indicate that: (1) the implementation stages of empowerment for people with intellectual disabilities include the preparation of staff and field personnel, the review of client data, the planning of alternative programs involving clients in the selection process, the formulation of action plans through the development of operational program steps, implementation of activities/programs through physical, mental, spiritual, and skills guidance; evaluation through progress documentation and evaluation meetings; and termination through monitoring and follow-up guidance. (2) Supporting factors include the availability of activity funds covering UEP disbursements, facilities and infrastructure, and competent human resources, while inhibiting factors include a shortage of staff and a lack of family support. Based on the results of the study, it was concluded that empowerment had been carried out systematically, although there were still obstacles. Therefore, the orphanage was advised to optimize the role of social workers in providing assistance and to strengthen cooperation and family involvement in order to support the sustainability of empowerment.

Keywords: Empowerment, Persons with Intellectual Disabilities, Social Rehabilitation

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI