DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH, IKLIM ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN
PENGARANG:DWI SEPTIAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-11


Kinerja guru merupakan faktor utama dalam peningkatan mutu pendidikan, namun di SMK Negeri Kecamatan Dusun Selatan masih menghadapi tantangan pada indikator kerja dan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, motivasi kerja, dan kinerja guru, serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung di antara variabel tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi berjumlah 124 guru SMK Negeri di Kecamatan Dusun Selatan, dengan sampel 95 orang yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling agar representatif sesuai karakteristik populasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah valid dan reliabel. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan SPSS dan secara inferensial dengan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.1 untuk menguji outer model dan inner model.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, motivasi kerja, dan kinerja guru secara umum berada pada kategori yang sangat tinggi. Secara inferensial, kepemimpinan instruksional berpengaruh langsung terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien 0,297, t = 3,299, dan p = 0,001 (signifikan) dengan kontribusi f² = 0,138. Kepemimpinan instruksional juga berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi (β = 0,606, t = 6,457, p = 0,000, f² = 0,229) serta terhadap motivasi kerja (β = 0,495, t = 4,395, p = 0,000, f² = 0,094). Selanjutnya, iklim organisasi berpengaruh terhadap kinerja guru (β = 0,338, t = 3,203, p = 0,001, f² = 0,147) dan motivasi kerja berpengaruh paling besar terhadap kinerja guru (β = 0,368, t = 3,299, p = 0,001, f² = 0,505). Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional terhadap kinerja guru melalui iklim organisasi (β = 0,205, t = 2,815, p = 0,005, V = 0,041) dan melalui motivasi kerja (β = 0,182, t = 2,633, p = 0,008, V = 0,033) yang menunjukkan kategori menuju moderat.
Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara kepemimpinan instruksional yang efektif, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja guru. Kepala sekolah disarankan untuk terus memperkuat peran sebagai pemimpin pembelajaran melalui pembinaan profesionalisme, pemberian motivasi, serta penciptaan lingkungan kerja yang harmonis guna mendukung efektivitas pengajaran di sekolah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI