DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESIONAL, DUKUNGAN PIHAK SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA GURU, TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI-KECAMATAN PULAU LAUT TENGAH
PENGARANG:ETOTI BR PURBA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-12


Etioti Br Purba. 2026. Pengaruh Pengembangan Profesional, Dukungan Pihak Sekolah, dan Motivasi Kerja Guru, Terhadap Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar Negeri di-Kecamatan Pulau Laut Tengah. Tesis Program Magister Administrasi Pendidikan. Program Pascasarjana. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing 1: Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D dan Pembimbing 2: Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc

Kata Kunci: Pengembangan Profesional, Dukungan Pihak Sekolah, Motivasi Kerja Guru, Kepuasan Kerja Guru, SEM-PLS.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan profesional, dukungan pihak sekolah, dan motivasi kerja guru terhadap kepuasan kerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Pulau Laut Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kualitas guru sebagai faktor utama peningkatan mutu pendidikan, serta adanya fenomena rendahnya kepuasan kerja guru di daerah terpencil akibat keterbatasan dukungan institusional dan akses pengembangan profesional.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 102 responden guru Sekolah Dasar Negeri, kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS 4. Validitas dan reliabilitas konstruk diuji melalui outer loadings, Average Variance Extracted (AVE), Composite Reliability, serta uji validitas diskriminan dengan Fornell-Larcker Criterion dan Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan profesional guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru (β = 0,516; p < 0,05), namun berpengaruh negatif terhadap motivasi kerja guru (β = -0,553; p < 0,05). (2) Dukungan pihak sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru (β = 1,421; p < 0,05), tetapi berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja guru (β = -0,778; p < 0,05) yang menunjukkan bahwa dukungan sekolah tidak selalu meningkatkan kepuasan kerja. (3) Motivasi kerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru (β = 1,223; p < 0,05). (4) Pengaruh tidak langsung pengembangan profesional dan dukungan pihak sekolah terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja guru tidak signifikan. (5) Uji validitas diskriminan menunjukkan sebagian besar nilai HTMT < 0,90, meskipun terdapat pasangan konstruk dengan nilai > 0,90, yang menandakan adanya kedekatan konseptual antara motivasi kerja dan kepuasan kerja guru.

Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa motivasi kerja guru merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja, sementara pengembangan profesional dan dukungan sekolah perlu dirancang lebih relevan dan partisipatif agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap motivasi. Implikasinya, kebijakan pendidikan di daerah terpencil harus memperkuat program pengembangan profesional berbasis kebutuhan guru, menyediakan dukungan institusional yang nyata, serta menumbuhkan motivasi intrinsik guru sebagai fondasi kepuasan kerja dan kualitas pendidikan berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI