DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hubungan Durasi, Frekuensi, dan Dosis Penggunaan Narkoba Dengan Indeks DMF-T Pada Mantan Pecandu Narkoba (Tinjauan Yayasan Rehabilitasi Korban Narkoba Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
PENGARANG:NABILA YOLANDA SHAFIRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-13


Latar belakang:Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan penurunan produksi saliva serta buruknya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang meningkatkan risiko karies. Meskipun dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut banyak dilaporkan, penelitian mengenai hubungan durasi, frekuensi, dan dosis penggunaan narkoba dengan indeks DMF-T masih terbatas, khususnya pada mantan pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi. Tujuan: Menganalisis hubungan durasi, frekuensi, dan dosis penggunaan narkoba dengan indeks DMF-T pada mantan pecandu di YPR Kobra Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 42 responden, kriteria inklusi (usia 19–45 tahun, masa rehabilitasi ≥ 4 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel serta pemeriksaan klinis indeks DMF-T, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki durasi penggunaan narkoba 5–6 tahun, frekuensi 4–6 kali/minggu, dan dosis 0,50 gram. Temuan klinis mencatat rata-rata indeks DMF-T responden adalah 12,05 termasuk kategori DMF-T sangat tinggi dengan prevalensi karies mencapai 100%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi, frekuensi, dan dosis penggunaan narkoba dengan indeks DMF-T pada mantan pecandu di YPR Kobra Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi program pelayanan kesehatan gigi ke dalam sistem rehabilitasi terpadu mantan pecandu.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI