DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS TUTUPAN KARANG HIDUP MENGGUNAKAN METODE UNDERWATER PHOTO TRANSECT DAN CPCE DI PERAIRAN TULAMBEN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM PROVINSI BALI | |
| PENGARANG | : | SITI AZIZA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-15 |
ABSTRAK
Siti Aziza (2210716220003) Analisis Tutupan Karang Hidup Menggunakan Metode Underwater Photo Transect dan CPCe di Perairan Tulamben Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Provinsi Bali, dibimbing oleh bapak Nursalam, S.Kel., M.S.
Ekosistem terumbu karang memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, namun rentan mengalami degradasi akibat perubahan iklim dan aktivitas pariwisata. Perairan desa Tulamben, Bali, sebagai kawasan pariwisata bahari strategis nasional, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi namun turut menghadapi ancaman penurunan tutupan karang hidup. Oleh karena itu, pemantauan kondisi terumbu karang di kawasan ini sangat diperlukan, salah satunya melalui penerapan metode Underwater Photo Transect (UPT) yang dianalisis menggunakan software CPCe. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis karang, mengukur persentase tutupan karang hidup, menganalisis kualitas perairan, serta mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi terumbu karang di Perairan Tulamben, Kabupaten Karangasem, Bali. Pengukuran tutupan karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) yang dianalisis dengan software CPCe. Sementara itu, data persepsi masyarakat diperoleh melalui wawancara dan kuesioner kepada 52 responden. Hasil analisis persentase tutupan karang keras (hard coral) menunjukkan Stasiun 1 (12,47%), Stasiun 2 (13,64%), dan Stasiun 4 (20,93%) berada dalam kategori "Buruk". Tutupan tertinggi terdapat pada Stasiun 3 (29,27%) dengan kategori "Sedang". Ekosistem secara keseluruhan didominasi oleh alga dan substrat abiotik. Tinjauan kualitas air berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021 menunjukkan hasil bervariasi, dan hanya Stasiun 4 yang memenuhi semua baku mutu (suhu, pH, salinitas). Dari aspek sosial, 80% responden mempersepsikan terumbu karang di Perairan Tulamben masih terjaga dengan baik. Mayoritas sepakat bahwa perusak utama terumbu karang bukanlah aktivitas pariwisata (67%), melainkan faktor oseanografi alami berupa gelombang/arus (48%) dan sedimen darat (46%).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI