DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI METODE TUTOR SEBAYA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN TARI JAPIN BANJAR PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 3 BANJARMASIN
PENGARANG:NUR SALSABILA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-18


 

Salsabila, Nur (2026). Implementasi Metode Tutor Sebaya Sebagai Inovasi Pembelajaran Tari Japin Banjar Pada Siswa Kelas IX A SMP Negeri 3 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Dr. Muhammad Budi Zakia Sani, S.Pd., M.Pd. (II) Dr. Muhammad Najamudin, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Pembelajaran Inovatif, Tari Japin Banjar, Keaktifan Siswa, Keterampilan Gerak Dasar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode tutor sebaya serta gambaran aktivitas dan keterampilan gerak dasar tari Japin Banjar pada siswa kelas IX A SMPN 3 Banjarmasin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya antusiasme dan keterampilan siswa akibat model pembelajaran yang cenderung bersifat teacher-centered, sehingga siswa mengalami kesulitan koordinasi gerak dan kendala psikologis berupa rasa canggung saat berinteraksi dengan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama sekaligus pengamat (observer) yang berkolaborasi dengan guru Seni Budaya sebagai pelaksana pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A SMPN 3 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 37 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes unjuk kerja, dan angket tanggapan siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan proses pembelajaran secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode tutor sebaya secara signifikan mengubah dinamika kelas menjadi lebih kolaboratif. Aktivitas belajar siswa menunjukkan perkembangan positif yang didorong oleh hilangnya sekat komunikasi antar-siswa, di mana data observasi mencatat peningkatan keaktifan dari 50,71% pada tahap awal menjadi 82,00% setelah metode tutor sebaya diterapkan secara optimal. Peningkatan aktivitas ini selaras dengan keterampilan unjuk kerja siswa yang mencapai rata-rata nilai 82,50 dengan tingkat ketuntasan klasikal 91,89%. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa efektivitas metode ini terletak pada kemampuan tutor sebaya dalam menyederhanakan instruksi gerak yang rumit seperti Sisit, Zigzag, Tahtul, Matjus, dan Langkah Lima ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami oleh rekan sebayanya. Hal ini terbukti mampu meminimalisir hambatan psikologis dan membangun kemandirian belajar siswa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tutor sebaya merupakan strategi inovatif yang efektif untuk menciptakan ekosistem pembelajaran seni tari yang aktif dan inklusif.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI