DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PARADOKS PARTISIPASI DALAM PROGRAM DESA PERCONTOHAN: ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA ANJIR PASAR KOTA II
PENGARANG:RESYDA SYAIBATUL HAMDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-19


 

Paradoks Partisipasi dalam Program Desa Percontohan: Analisis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Anjir Pasar Kota II

Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat

Resyda Syaibatul Hamdi

Program Desa Percontohan merupakan strategi pembangunan berbasis pemberdayaan yang bertujuan mendorong kemandirian desa melalui optimalisasi potensi lokal. Namun, implementasinya masih menghadapi persoalan terkait kualitas partisipasi masyarakat dan keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Desa Percontohan di Desa Anjir Pasar Kota II serta mengidentifikasi posisi masyarakat dalam proses pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian melibatkan 12 informan yang terdiri atas aparatur desa, pelaksana program, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam program. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Implementasi program dianalisis menggunakan Model Tahapan Pemberdayaan 7D (Dhamotharan, 2009), sedangkan posisi masyarakat dianalisis menggunakan teori A Ladder of Citizen Participation oleh Sherry R. Arnstein (1969). Konsep pemberdayaan masyarakat dalam penelitian ini mengacu pada pemikiran Edi Suharto (2005).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan secara bertahap dengan capaian paling optimal pada tahap pelaksanaan (deliver), terutama pada pengembangan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Namun, keterlibatan masyarakat pada tahap perencanaan masih terbatas sehingga tidak seluruh aspirasi masyarakat terakomodasi dalam kebijakan program. Posisi masyarakat berada pada tingkat menengah, yaitu pada rentang placation hingga partnership, yang menunjukkan bahwa masyarakat mulai berperan sebagai subjek aktif, tetapi belum memiliki kontrol penuh dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Desa Percontohan telah mendorong proses pemberdayaan yang partisipatif, tetapi belum sepenuhnya inklusif dan berkelanjutan. Secara akademis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiologi pembangunan, khususnya terkait pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Secara praktis, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat, perluasan ruang partisipasi, serta pendampingan dan evaluasi program secara berkelanjutan.

 

Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Model 7D, Partisipasi Masyarakat, Desa Percontohan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI