DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI PROGRAM SARANA DAN PRASARANA (SARPRAS) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA RIMBA SARI KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA
PENGARANG:JESSEN YOSUA NOPRIADI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-23


ABSTRAK

 

Jessen Yosua Nopriadi, 2210411310030, 2026. Implementasi Program Sarana Dan Prasarana (SARPRAS) Perkebunan Kelapa Sawit Di Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.Di bawah bimbingan Aulia

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Sarana dan Prasarana (SARPRAS) Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Program ini bertujuan mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat melalui bantuan sarana produksi dan prasarana pendukung, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala sehingga bantuan belum diterima secara merata oleh kelompok tani.

 

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Tim SARPRAS Bidang Perkebunan Kabupaten Barito Utara, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ketua dan anggota kelompok tani, serta Kepala Desa Rimba Sari. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program SARPRAS Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Rimba Sari telah dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pengajuan proposal, verifikasi administrasi dan lapangan, penetapan calon penerima, hingga realisasi bantuan. Berdasarkan indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, program telah berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan, namun belum optimal karena bantuan belum diterima secara merata. Dari 16 kelompok tani, hanya 2 kelompok tani yang menerima bantuan, sedangkan kelompok lainnya masih dalam proses verifikasi atau belum memenuhi persyaratan program.

 

Faktor penghambat implementasi program meliputi kurangnya pemahaman petani terhadap program, rendahnya kemampuan administrasi kelompok tani, belum terpenuhinya persyaratan teknis oleh sebagian petani, serta lamanya proses pelaksanaan akibat tahapan verifikasi yang berjenjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pendampingan administrasi, pembinaan pemenuhan persyaratan teknis, serta penyederhanaan proses birokrasi agar pelaksanaan program lebih optimal dan merata.

 

Kata Kunci: Implementasi Program, SARPRAS, Kelapa Sawit

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI