DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Optimasi Penjadwalan Alat Berat Pada Proyek Jalan Terfragmentasi Menggunakan Metode Location-Based Management System (LBMS) Di Desa Kambang Habang Lama
PENGARANG:NUR SYIFA HAFIZA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-23


Proyek jalan perdesaan sering memiliki karakteristik lokasi terfragmentasi, sehingga pekerjaan tidak selalu berlangsung pada satu lintasan yang menerus. Kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas alat berat, waktu perpindahan alat, dan efektivitas penjadwalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik fragmentasi lokasi, menyusun penjadwalan alat berat menggunakan metode Location-Based Management System (LBMS), serta menganalisis perbandingan durasi dan biaya dengan metode eksisting pada proyek Lanjutan Pengaspalan Hotmix Jalan Depan Balai Desa RT 05–RT 11 Desa Kambang Habang Lama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terapan dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa gambar rencana, site plan, RAB, AHSP, dan jadwal pelaksanaan. Analisis dilakukan melalui pembagian lokasi menjadi enam segmen, perhitungan volume, produktivitas grup alat, durasi pekerjaan, waktu perpindahan alat, diagram flowline, dan biaya operasional alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bottleneck adalah Motor Grader pada pekerjaan penyiapan badan jalan dengan produktivitas 1.025,41 m²/jam, serta Dump Truck pada pekerjaan Lapis Fondasi Agregat Kelas A dan HRS-Base dengan produktivitas 37,18 m³/jam dan 20,18 ton/jam. Penjadwalan LBMS menghasilkan durasi 61,19 jam. Biaya LBMS sebesar Rp693.017.177,33, lebih tinggi 45,4% dibandingkan metode eksisting. Meskipun demikian, LBMS memberikan visualisasi waktu, lokasi, perpindahan alat, dan sumber daya yang lebih rinci.

Kata kunci: alat berat, flowline, jalan terfragmentasi, LBMS, penjadwalan proyek.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI