DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH CONSUMER ANIMOSITY, ETHNOCENTRISM, DAN SUBJECTIVE NORM TERHADAP BOYCOTT INTENTION
PENGARANG:MUHAMMAD BINTANG AL GIFFARY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-24


Muhammad Bintang Al Giffary (2026) Pengaruh Consumer Animosity, Ethnocentrism, dan Subjective Norm Terhadap Boycott Intention. Pembimbing : RR. Yulianti Prihatiningrum

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh consumer animosity, ethnocentrism, dan subjective norm terhadap boycott intention pada konsumen McDonald's di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena boikot terhadap merek fast food multinasional yang dipengaruhi oleh sentimen sosial-politik, nasionalisme ekonomi, serta tekanan sosial yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana ketiga faktor tersebut berperan dalam membentuk niat konsumen untuk melakukan boikot terhadap produk fast food global.

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 213 responden yang merupakan konsumen McDonald's. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria responden yang mengetahui isu boikot terhadap McDonald's. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji hubungan antara variabel consumer animosity, ethnocentrism, subjective norm, dan boycott intention..

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa consumer animosity, ethnocentrism, dan subjective norm berpengaruh positif dan signifikan terhadap boycott intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi perasaan permusuhan konsumen terhadap perusahaan atau negara asal merek, semakin kuat keyakinan untuk mendukung produk lokal, serta semakin besar tekanan sosial yang dirasakan individu, maka semakin tinggi pula niat konsumen untuk melakukan boikot terhadap McDonald's. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti mampu menjelaskan peningkatan boycott intention, sehingga memberikan kontribusi teoritis dalam kajian perilaku konsumen internasional serta implikasi praktis bagi perusahaan multinasional dalam merancang strategi komunikasi dan manajemen krisis yang lebih sensitif terhadap isu sosial-politik dan nilai-nilai masyarakat lokal.

 

Kata kunci:    Consumer Animosity, Ethnocentrism, Subjective Norm, Boycott Intention

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI