DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DESA SWARANGAN TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN BKSDA KALIMANTAN SELATAN DI DESA SWARANGAN KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:ANGGITA RAHMI NASUTION
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-24


Ketergantungan Desa Swarangan terhadap hasil laut menjadikan kondisi ekonomi sangat rentan, sementara kedekatan permukiman dengan kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari berpotensi memberikan tekanan terhadap kelestarian ekosistem mangrove. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan telah melaksanakan program pemberdayaan melalui kelompok “Laksmana Bahari” sejak tahun 2017. Namun evaluasi sistematis mengenai persepsi kepuasan anggota sebagai penerima manfaat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan anggota kelompok serta menganalisis kesesuaian antara harapan masyarakat dengan realisasi program pemberdayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik survei terhadap 30 responden yang terdiri dari 18 anggota kelompok inti dan 12 masyarakat umum. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur kepuasan menyeluruh dan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berlandaskan Expectation-Confirmation Theory (ECT) untuk menguji hubungan kausalitas antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemberdayaan BKSDA Kalimantan Selatan berada pada kategori memuaskan dengan nilai CSI sebesar 82,91%. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa sebagian besar atribut program telah memenuhi harapan masyarakat, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian, terutama terkait waktu pelaksanaan kegiatan dan kondisi sarana produksi. Analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa indikator-indikator yang berkaitan dengan persyaratan program, prosedur pelaksanaan, kompetensi pelaksana, serta sarana dan prasarana memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat. Sebaliknya, aspek waktu pelaksanaan program menjadi faktor yang paling berpotensi menurunkan kepuasan karena jadwal kegiatan sering tidak sesuai dengan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Secara umum, program pemberdayaan yang dilaksanakan BKSDA Kalimantan Selatan telah mampu memenuhi harapan masyarakat dan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha kelompok, namun masih diperlukan perbaikan pada aspek penjadwalan kegiatan dan pemeliharaan sarana produksi guna meningkatkan keberlanjutan program.

 

Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kepuasan Masyarakat, BKSDA Kalimantan Selatan, CSI, PLS-SEM.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI