DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) KONSENTRASI 5%, 10%, 15% TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG (Penyembuhan Luka Insisi Mukosa Bukal Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan)
PENGARANG:AMALIA RIZKY FADILLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-25


Latar Belakang: Luka pada rongga mulut sering dijumpai akibat prosedur kedokteran gigi seperti insisi dan pencabutan gigi. Daun kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman herbal khas Kalimantan yang mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin dengan aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka melalui modulasi sel makrofag pada fase inflamasi. Tujuan: Membuktikan dan menganalisis pengaruh gel ekstrak daun kelakai (Stenochlaena palustris) konsentrasi 5%, 10%, dan 15% terhadap jumlah sel makrofag pada penyembuhan luka insisi mukosa bukal tikus wistar jantan hari ke-3 dan ke-7. Metode: True experimental in vivo dengan desain posttest-only control group menggunakan 32 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 8 kelompok. Gel dioleskan dua kali sehari dan tikus dikorbankan pada hari ke-3 dan ke-7 untuk biopsi mukosa bukal. Sel makrofag diamati pada preparat histopatologi dengan pewarnaan HE, mikroskop cahaya perbesaran 400x, 5 lapang pandang. Hasil: Rata-rata sel makrofag hari ke-3: GEDK 5% = 44,45 sel, GEDK 10% = 51,15 sel, GEDK 15% = 60,70 sel, kontrol = 28,53 sel. Hari ke-7 mengalami penurunan: GEDK 15% = 6,50 sel (terendah), kontrol = 24,20 sel (tertinggi). Uji Two-way ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan berdasarkan konsentrasi (p=0,003), hari (p=0,000), dan interaksinya (p=0,000). Kesimpulan: Gel ekstrak daun kelakai (Stenochlaena palustris) konsentrasi 5%, 10%, dan 15% berpengaruh terhadap jumlah sel makrofag pada penyembuhan luka insisi mukosa bukal tikus wistar jantan, dengan konsentrasi 15% sebagai konsentrasi paling efektif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI