DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Inovatif Siswa MAN 3 Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | SERLY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Serly. 2026. Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Inovatif Siswa MAN 3 Kota Banjarmasin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Dr. Zainul Akhyar, M.H. Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Pancasila, Berpikir Kritis, Berpikir Inovatif, Pembelajaran Berpusat Pada Siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis dan inovatif sebagai kompetensi yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21 serta mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Guru Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam mengembangkan kedua kemampuan tersebut melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa (2) mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan kemampuan berpikir inovatif siswa dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi tersebut di MAN 3 Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala Madrasah, Guru Pendidikan Pancasila, dan Siswa MAN 3 Kota Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL), diskusi kelompok, tanya jawab, pemberian pertanyaan pemantik, dan analisis studi kasus yang dapat mendorong siswa aktif mengemukakan pendapat, menganalisis masalah, serta menyusun argumentasi secara logis. Strategi dalam meningkatkan kemampuan berpikir inovatif dilakukan melalui pembelajaran Project-Based Learning (PJBL) berbasis proyek, kerja kelompok, pemanfaatan media pembelajaran, pemberian kebebasan berpendapat, serta pemberian apresiasi terhadap ide dan hasil karya siswa. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, fasilitas pembelajaran yang memadai, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, serta pengaruh lingkungan sosial dan penggunaan telepon genggam. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa terbukti mampu mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan inovatif siswa di MAN 3 Kota Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI