DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS AKTIVITAS PENDARATAN IKAN DAN PENANGANAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:RANGGA FADHIL PRATAMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-25


Rangga Fadhil Pratama. 2026. Analisis Aktivitas Pendaratan Ikan dan Penanganan Ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Di bawah bimbingan Prof. Ahmadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Erwin Rosadi, S.Pi., M.Si.

Pelabuhan Perikanan Banjarmasin (Pelabuhan Banjar Raya) merupakan salah satu pelabuhan perikanan utama di Kalimantan Selatan yang menerima ikan melalui dua jalur distribusi, yaitu via kapal dan via mobil pengangkut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tren aktivitas pendaratan ikan selama 2021–2025, (2) menilai kesesuaian penanganan ikan dengan standar Good Handling Practices (GHP) menggunakan metode Indeks Penanganan (IP), serta (3) mengidentifikasi kendala dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Juni 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur terhadap lima responden, dan dokumentasi data statistik produksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume pendaratan selama 2021–2025 mencapai 47.163.578 kg. Tren paling signifikan adalah penurunan volume pendaratan via kapal sebesar 69% dalam lima tahun, dari 5.933.700 kg (2021) menjadi 1.840.064 kg (2025), didominasi oleh penurunan drastis komoditas Ikan Layang (95%) dan Tongkol (92%). Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh beban regulasi Vessel Monitoring System (VMS), tarif Pungutan Hasil Perikanan (PNBP), dan fenomena port leakage ke tempat pendaratan informal. Sebaliknya, jalur mobil pengangkut semakin mendominasi dengan kontribusi 11,63% dari total pendaratan pada 2025. Penilaian GHP menghasilkan rata-rata IP 83,33% (Baik), dengan rincian per aspek: Dukungan Infrastruktur 96,7% (Baik), Manajemen Rantai Dingin 91,1% (Baik), Praktik Penanganan 83,3% (Baik), dan Sanitasi & Higiene 66,7% (Cukup). Aspek Sanitasi dan Higiene menjadi titik lemah utama akibat penggunaan wadah non-standar (skor rata-rata 1,8) dan rendahnya higiene pekerja (skor 2,0), mencerminkan fenomena infrastructure-behavior gap.

Rekomendasi utama yang dirumuskan meliputi: penerapan prosedur inspeksi penerimaan ikan untuk jalur darat, pengadaan termometer dan formulir pencatatan suhu di dermaga, penggantian wadah non-standar dengan crat plastik food-grade, penyelenggaraan pelatihan GHP secara rutin, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk pengkajian ulang mekanisme kepatuhan VMS dan tarif PNBP.

Kata kunci: pelabuhan perikanan, pendaratan ikan, Good Handling Practices, Indeks Penanganan, VMS, PNBP, Moda transportasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI