DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRUKTUR PERCAKAPAN DALAM GELAR WICARA RAKYAT BERSUARA PADA KANAL YOUTUBE INEWS TV | |
| PENGARANG | : | KRISTINA WIDYA ANDINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Gelar wicara Rakyat Bersuara merupakan program yang menayangkan perbincangan mengenai isu-isu aktual dengan melibatkan narasumber dari latar belakang yang beragam. Interaksi yang terjadi dalam gelar wicara tersebut memperlihatkan dinamika percakapan yang kompleks, terutama dalam hal pergantian giliran berbicara, penggunaan jeda, interupsi, dan tumpang tindih tuturan. Hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini yang mengkaji struktur percakapan dalam gelar wicara Rakyat Bersuara, khususnya pada Episode “Korupsi Pertamina Seret Ahok, Janggal atau Wajar?”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pergantian giliran tutur, bentuk jeda, interupsi, dan tumpang tindih tuturan, serta dinamika peran dan posisi antarpartisipan dalam percakapan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis percakapan dengan merujuk pada teori struktur percakapan dari Yule, serta didukung oleh teori kekuasaan dari French dan Raven untuk menganalisis peran dan posisi antarpartisipan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis percakapan. Data dalam penelitian ini berupa ujaran lisan yang terdapat dalam gelar wicara Rakyat Bersuara Episode “Korupsi Pertamina Seret Ahok, Janggal atau Wajar?” yang diperoleh dari video pada Kanal YouTube iNews TV dan telah ditranskripsikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, simak bebas libat cakap, serta teknik catat. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergantian giliran tutur tidak sepenuhnya berlangsung secara teratur, dengan cara mengambil alih meliputi memperoleh, mencuri, merebut, mengganti, dan menciptakan, serta tidak ditemukan melanjutkan. Cara mengambil alih yang paling dominan adalah merebut giliran tutur. Selain itu, bentuk tumpang tindih merupakan yang paling dominan, diikuti oleh interupsi, sedangkan jeda menjadi bentuk yang paling sedikit muncul. Kondisi ini menunjukkan bahwa percakapan berlangsung dalam tempo cepat dan bersifat kompetitif. Lebih lanjut, struktur percakapan dalam gelar wicara tersebut mencerminkan dinamika peran dan posisi antarpartisipan yang berkaitan dengan relasi kekuasaan, meliputi reward power, coercive power, legitimate power, expert power, dan referent power. Setiap bentuk kekuasaan memengaruhi cara partisipan mengambil, mempertahankan, dan mengatur giliran berbicara, sehingga struktur percakapan tidak hanya mencerminkan keteraturan komunikasi, tetapi juga menunjukkan adanya pengaruh relasi kekuasaan dalam interaksi. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam memahami struktur percakapan serta peran dan posisi antarpartisipan dalam berbagai konteks komunikasi.
Kata kunci: Struktur percakapan, giliran tutur, jeda, interupsi, tumpang tindih, peran dan posisi.
The talk show Rakyat Bersuara is a program that features discussions on current issues involving guests from diverse backgrounds. The interactions that occur in this talk show reveal complex conversational dynamics, particularly regarding turn-taking, the use of pauses, interruptions, and speech overlap. This forms the background of this study, which examines the conversational structure in the “Rakyat Bersuara” talk show, specifically in the episode titled “Korupsi Pertamina Seret Ahok: Janggal atau Wajar?”. This study aims to describe patterns of turn-taking, forms of pauses, interruptions, and speech overlap, as well as the dynamics of roles and positions among participants in the conversation. To address these issues, this study employs a conversation analysis approach, drawing on Yule’s conversation structure theory, and is supported by French and Raven’s power theory to analyze the roles and positions among participants.
This study is a qualitative descriptive study using conversation analysis. The data in this study consists of spoken utterances from the Rakyat Bersuara episode titled “Korupsi Pertamina Seret Ahok: Janggal atau Wajar?” obtained from a video on the iNews TV YouTube channel and transcribed. Data collection techniques included documentation, free-listening, and note-taking. The collected data was then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The research results indicate that turn-taking patterns do not fully follow a regular sequence, with turn-taking methods including taking, stealing, seizing, replacing, and creating turns, while no instances of continuing a turn were found. The most dominant method of taking a turn is seizing the turn. Additionally, overlapping is the most dominant form, followed by interruptions, while pauses are the least frequent. These conditions indicate that the conversation proceeds at a rapid pace and is competitive in nature. Furthermore, the conversational structure in this speech event reflects the dynamics of roles and positions among participants related to power relations, including reward power, coercive power, legitimate power, expert power, and referent power. Each form of power influences how participants take, maintain, and regulate their turns to speak, so that the conversation structure not only reflects the regularity of communication but also reveals the influence of power relations in the interaction. Therefore, this study is expected to serve as a reference for understanding conversation structure as well as the roles and positions of participants in various communication contexts.
Keywords: Conversation structure, turn-taking, pauses, interruptions, overlap, roles and positions
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI