DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |
| PENGARANG | : | LENY MARLINDAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-25 |
Marlindawati, Leny. (2026). Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Situasi Formal dan Informal. Skripsi. Jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Prof. Dr. Jumadi, M.Pd.
Kata kunci: kesantunan berbahasa, strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, situasi formal, situasi informal.
Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam komunikasi, khususnya bagi mahasiswa J-PBSI yang akan berperan sebagai pendidik dan menjadi teladan dalam penggunaan bahasa. Penelitian yang secara khusus membahas pola kesantunan mahasiswa dalam situasi formal dan informal masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana strategi kesantunan positif yang digunakan mahasiswa J-PBSI ULM dalam situasi formal dan informal? dan (2) bagaimana strategi kesantunan negatif yang digunakan mahasiswa J-PBSI ULM dalam situasi formal dan informal?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa secara mendalam sesuai konteks yang ditemukan di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa J-PBSI angkatan 2024 kelas A-1 di Universitas Lambung Mangkurat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak langsung dengan teknik rekam dan pencatatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif dalam situasi formal diwujudkan melalui lima sub strategi, yaitu humor, mencari persetujuan, menunjukkan perhatian kepada mitra tutur, melibatkan penutur dan mitra tutur dalam satu aktivitas, dan memberi hadiah kepada mitra tutur. Dalam situasi informal, ditemukan enam sub-strategi dengan tambahan membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati kepada mitra tutur. Selanjutnya, strategi kesantunan negatif dalam situasi formal direalisasikan melalui enam sub-strategi, yaitu memberi penghormatan, tuturan tidak langsung, menggunakan pagar, permintaan maaf, meminimalkan paksaan, dan memberikan alasan, sedangkan dalam situasi informal hanya ditemukan tiga sub-strategi, yaitu memberikan alasan, tuturan tidak langsung, dan menggunakan pagar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI