DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD AKBAR GUNAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-26 |
Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan kebijakan yang ditetapkan pemerintah
daerah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari asap rokok,
khususnya pada fasilitas pelayanan publik seperti perkantoran, fasilitas kesehatan,
dan transportasi umum. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari
dampak negatif asap rokok serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang
menyebabkan implementasi kebijakan ini belum berjalan secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Kawasan
Tanpa Rokok di Kota Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
menjadi penghambat dalam pelaksanaannya.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dengan melibatkan berbagai informan seperti pegawai instansi,
pengunjung fasilitas publik, petugas lapangan, serta pihak terkait lainnya. Analisis
data menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang
meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kawasan Tanpa
Rokok di Kota Banjarmasin secara umum sudah berjalan dengan baik, namun
belum sepenuhnya optimal. Aspek komunikasi telah dilakukan melalui sosialisasi
dan pemasangan papan larangan merokok, namun masih terbatas dan kurang
variatif. Aspek sumber daya menunjukkan bahwa ketersediaan SDM dan sarana
sudah ada, tetapi masih terkendala pada keterbatasan jumlah petugas dan
anggaran. Disposisi pelaksana menunjukkan sikap yang cukup mendukung, tetapi
belum diiringi dengan ketegasan dalam penegakan aturan. Sementara itu, struktur
birokrasi telah memiliki dasar aturan, namun belum didukung oleh koordinasi
yang kuat dan prosedur operasional yang jelas. Faktor penghambat utama dalam
implementasi kebijakan ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat serta
keterbatasan pengawasan di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar pemerintah daerah
meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat pengawasan dengan dukungan
sumber daya yang memadai, serta memperjelas mekanisme koordinasi dan
penegakan aturan agar implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dapat
berjalan lebih efektif.
Kata Kunci : Kawasan Tanpa Rokok, Implementasi Kebijakan, Edward III
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI