DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA PEKERJA DI PT PLN (PERSERO) UPT BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | AMANDA ANNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-29 |
Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolik yang ditandai dengan obesitas sentral, hipertensi, peningkatan kadar trigliserida, peningkatan glukosa darah puasa dan penurunan kadar high density lipoprotein (HDL) yang terjadi secara bersamaan dalam individu. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian sindrom metabolik pada Pekerja PT PLN (Persero) UPT Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui pengisian Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran tekanan darah dan lingkar perut. Data sekunder diperoleh dari hasil medical check up (MCU) perusahaan meliputi kadar trigliserida, kadar high density lipoprotein (HDL) dan kadar glukosa darah puasa. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik (p=0,040), pola makan (p=0,036), dan riwayat penyakit keluarga (p=0,019) berhubungan dengan kejadian sindrom metabolik. Sementara itu, usia (p=0,768) dan jenis kelamin (p=0,671) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian sindrom metabolik. Perusahaan disarankan untuk memperkuat program promosi kesehatan melalui peningkatan aktivitas fisik, edukasi pola makan sehat, dan pemantauan kesehatan secara berkala guna mencegah kejadian sindrom metabolik pada pekerja.
Kata kunci: Aktivitas fisik, pola makan, pekerja, sindrom metabolik
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI