DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Broken Home Terhadap Anxious Attachment Pada Remaja
PENGARANG:AISHA BERLIANA MARITZA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-30


Broken home merupakan kondisi keluarga yang kehilangan keutuhan fungsinya, baik akibat perceraian maupun terganggunya fungsi afektif dan komunikasi, yang berpotensi memengaruhi pola attachment remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh broken home terhadap anxious attachment pada remaja akhir di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional berdesain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 175 remaja akhir berusia 18 hingga 21 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen, yaitu Experiences in Close Relationships–Revised for Children and Adolescents (ECR-RC) untuk mengukur anxious attachment dan Children’s Perception of Interparental Conflict Scale (CPIC) untuk mengukur broken home. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai R sebesar 0,802 dan R Square sebesar 0,643 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa broken home berpengaruh positif dan signifikan terhadap anxious attachment dengan sumbangan sebesar 64,3%, sedangkan 35,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Arah pengaruh yang positif berarti semakin tinggi persepsi remaja terhadap kondisi broken home, semakin tinggi pula kecenderungan anxious attachment yang dialaminya. Dapat disimpulkan bahwa kondisi keluarga yang tidak utuh berperan penting dalam membentuk attachment cemas pada remaja akhir.

Kata kunci:anxious attachment, broken home, remaja

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI